Kamis, 08 Mei 2014

islam si hatiku

AKU DAN ISLAM ADALAH SATU RAGA

Amii.....kenakam jilbabmu !!! ada pak pos datang,,, “ teriak ibu dari atas tangga “
“ ya ummi.... “ hanya itu jawabanterlontar dari bibir ku. Maklum aku remaja belia yang baru hijrah mengenal lebih dalam akan islam, masih sering lupa untuk mengenakan jilbab ketika ada tamu di rumah. Pikir ku mengenakan jilbab hanya saat keluar rumah saja, selagi kaki masih di dalam rumah aku tidak mengenakan jilbab. Akhirnya teriakan ibu yang selalu menyadarkan ku.
Seperti biasa seminggu sekali aku selalu menerima paket buku,, ya kali ini memang berbeda seperti biasanya, bukan komik yang aku pesan melainkan buku islami “ agar bidadari cemburu padamu “. Haluanku berpindah arah dari komik menuju buku- buku dan novel islami, ini juga saran dari ibu agar semakin kuat komitmen ku yang ingin berhijab secara sempurna.
Setelah menerima paket tak sabar diri ini untuk segera melahap habis buku ini dalam 1 hari. Ya bagi ku saat semangat membuncah harus di manfaatkan sebaik-baiknya.
Waktu siang telah semakin berlalu, matahari pun semakin tinggi pada peraduannya, tak terlihatlagi kabut asap yang menyelimuti kota ku. Wajar pekanbaru menjadi salah satu kota pemyumbang asap terbesar juga.
“hmmmm.... lelah kali terasa hari ini tanpa aktivitas di luar rumah “ bisikku dalam hati
Tetapi mataku berkata lain ia tidak merasakan kebosanan dan ia pun beraksi untuk mencari santapan lain
 mata ini terhenti pada satu titik. “ kaset VCD yang baru saja aku beli
“ tutorial hijab yang syar’i”. Mata ku tak bisa berbohong aku memang bosan tanpa aktivitas diluar rumah tetapi mata ini lebih berat keinginannya untuk segera melihat vcd ini
Senin. 9 maret 2013
Suara alarm hp menbangun ku dari tidur yang nyenyak tepat pada pukul03.30 wib. Alarm hp dengan nada tilawah quran semakin menguatkan mataku untuk berusaha bangun, aku ingin memanfaatkan waktu sepertiga malam ini untuk mengadu kepada sang khalik. Rasa cinta untuk bermunajat kepada sang khalik terasa selalu ku rindukan. Tidak pernah ku rasakan  ketenangan jiwa seperti ketika ku menengadahkan wajahku kepada-Nya, akujuga tidak tahu apa kah ini efek pertama bagi ku untuk shalat qiyamul lail, tetapi ini memang kurasakan. Berbeda dan berbeda. Malam ketika ku bermunajahat kepadanya ku rasakan hanya milikku,,, ya milikku dan Allah.
Ketika ku mulai membacakan ayat satu persatu, aku merasa ada getaran kedamaian yang kurasakan. Berbeda dengan kuyang dulu. Bagi seorang pemula seperti ku ini adalah anugerah yang mungkin takkan semua orang bisa mendapatkannya. Mereka benar mengatakan “ hidayah Allah itu ada pada waktunya..”
Di malam yang kurasa menyalurkan udara yang sangat dingin ini aku ingin kembali membangunkan ruh-ruh ku yag telah terlelap jauh. ya mungkin masa laluku aku termasuk orang terpuruk dalam lembah yang hitam. Tidak kenal shalat, tidak kenal jilbab bahkan selalu bersuka ria dengan lawan jenis yang  bukan mahromku.  aku ingin malam ini ilham itu akan terus bersemayam dalam hati ku,, aku ingin ilham ini menjadi sinar yang mebuat ku menjadi seperti bidadari syurga yang mungkin akan membuat bidadari di surga lainnya cemburu padaku...
Tuhan begitu nikmat telah Engkau semayamkan dalam hati ku ini. Ini ilham yang kau pancarkan melalui ibu yang telah melahirkan ku begitu terasa relung hati bagai tersiram air yang sangat dingin. Nyess.... nyesss.. terasa menyejukkan. Ya ini lah mengapa kau ingin menjadi wanita yang lebih baik lagi karena aku rasakan kesejukkan yang sangat hebat dalam perubahan waktu ku. Aku mulai mengenal jilbab dan aku mulai mencintainya  jilbab... jilbab.. I love my jilbab...
Ibuyang telah menyadarkan aku bahwas sepenuhnya amal yang baik itu wajib kita lakukan,, amar makhruf nahi mungkar begitu kata populernya orang menyebutnya.
Allahdi malam ini kan kusampaikan dan kusematkan doa untuk ibuku,, beliau begitu wanita yang mulai di hadapanku.. aku ingin memberinya mahkota yang ketikaorang meliriknya mereka takkan sanggup menatap dan melihatnya karenakilauan mahkota tersebut begitu indah. Aku ingin engkau meletakkan ia dalam syurgamu yang mengalir sungai–sungai di bawahnya...Allah aku menyadari usia yang masih belia dalam memahami agama ini belum memiliki tabungan yang banyak, belum memiliki amalan yang siap untuk ku bagikan kepada orang tuaku.
Aku belum bisa menjadi tentara langit kedua orangtua. Aku ingin hidayahmu tetap menyertai ku.. aku ingin cinta mu tetap bersemayam di hatiku kapanpun.
Bulir-bulir Air mata yang suci membasahi pipiku, memaksaku menyudahi perbincangan dengan-Nya. Aku berharap airmata ini menjadi saksi ya saksi akan perubahan ku yang inginmenjadi wanita yang lebih baik lagi. Aku ingin curhatan-curhatan ku kelak akan menjadi kenyataan dan aku pun berharap curhatanku akan menjadi lembaran-lembaran cerita yang tidak akan tehapus. Aku ingin ia menjadi saksi di hadapan-Nya bahwa aku benar-benar ingin menjadi yang terbaik.
Kulipat kembali mukenah yang sudah basah oleh airmata, kulirik jam pada ponsel ku waktu masih menunjukkan pukul 04.30 wib,, masih ada kesempatan untuk beramal pagi ini
“ umiii... umiii.. tahajud yukksss!”
Berulang kali ku panggil umi tapi tidak ada jawaban sama sekali,,
“ mungkin umii lelah jadi terlelap sekali dalam tidurnya.” Pikirku positive thinking
“tetapi telingaku terusik dengan suara isak tangis di kamar umi
“ umiii...hah umii...” panik ku kambuh
Aku memang orang yang suka panik dalam segala hal. Kekhawatiran kusemakin memuncak karena semakin keras suara yang ku dengar.
“ kreekkk,, bunyi suara pintu terbuka “
Ku condongkan kepalaku kedalam kamar umi untuk memastikan umi dalam keadaan baik-baik saja
“ huuuh... nafas ku lega,, aku bisa dengan lega membuang nafas ku kembali”
ternyata umii sedang bermunajat kepada Allah..
“ huahhhgh... ngantuk dengan cepat menyerangku tak bisa kutahan lagi. Di tambah udara di luar begitu mendukung, semilir angin menambah suasana semakin ngantuk. Ku coba untuk membaringkan tubuh ku dan sayup demi sayup aku sudah terlelap dalam tidurku....
“ ya Allah,,,ampuni lah aku yang belum bisa menjadi ibu yang baik untuk anakku, ampunilah aku yang Allah yang tidak bisa memberikanyang terbaik layaknya orang tualainnya,, ya Allah bantulah aku dalam usia ku yang semakin tua untuk tetap menjaganya, menjaganya di usia ia yang labil. Bantu lah aku untuk membentuk kepribadian muslimah yang sholehah, bantulah aku menjadikan ia bidadari dunia yang kelak aku melihatnya menjadi bidadari syurga.. ya Allah maka janganlah engkau hilangkan cintamu darinya,, bantulah ia untuk tetap istiqomah dalam setiap sujud-sujud malamnya,, sentuhlah dan bangunkan lah ia ketika ia lupa akan kewajibannya sebagai hambamu... aamiinn..”
“ imajinasiku berkata mungkin doa yang baru aku dengar tadi adalah mimpi tapi ternyata bukan. Suara itu telihat jelas di gendang telingaku ya,, firasatku tidak salah itu terlontar dari bibir ibuku,, betapa senang hati ini ketika doa itu ku dengar
Doaku dalam hatiku “Ya Allah jadikan aku wanita sholehah yang akan membalas setiap jengkal dan setiap budinya”

aku pun tersenyum,, ini adaalh kehidupan ku yang sekarang. Kurasakan  aku lebih damai, aku lebih bisa tersenyum tanpa beban. Ini adalah jawaban dari setiap doa-doa ibuku. kini islam benar mengalir lebih dalam di hidupku.. kukatakan pada hatiku “ I love islam “ and “ I am very proud be moeslim’.. kini aku tersenyum dalam kedamaian sinar ilahi-Mu ya Allah.