AKU
DAN ISLAM ADALAH SATU RAGA
Amii.....kenakam
jilbabmu !!! ada pak pos datang,,, “ teriak ibu dari atas tangga “
“
ya ummi.... “ hanya itu jawabanterlontar dari bibir ku. Maklum aku remaja belia
yang baru hijrah mengenal lebih dalam akan islam, masih sering lupa untuk
mengenakan jilbab ketika ada tamu di rumah. Pikir ku mengenakan jilbab hanya
saat keluar rumah saja, selagi kaki masih di dalam rumah aku tidak mengenakan
jilbab. Akhirnya teriakan ibu yang selalu menyadarkan ku.
Seperti
biasa seminggu sekali aku selalu menerima paket buku,, ya kali ini memang
berbeda seperti biasanya, bukan komik yang aku pesan melainkan buku islami “
agar bidadari cemburu padamu “. Haluanku berpindah arah dari komik menuju buku-
buku dan novel islami, ini juga saran dari ibu agar semakin kuat komitmen ku
yang ingin berhijab secara sempurna.
Setelah
menerima paket tak sabar diri ini untuk segera melahap habis buku ini dalam 1
hari. Ya bagi ku saat semangat membuncah harus di manfaatkan sebaik-baiknya.
Waktu
siang telah semakin berlalu, matahari pun semakin tinggi pada peraduannya, tak
terlihatlagi kabut asap yang menyelimuti kota ku. Wajar pekanbaru menjadi salah
satu kota pemyumbang asap terbesar juga.
“hmmmm....
lelah kali terasa hari ini tanpa aktivitas di luar rumah “ bisikku dalam hati
Tetapi
mataku berkata lain ia tidak merasakan kebosanan dan ia pun beraksi untuk
mencari santapan lain
mata ini terhenti pada satu titik. “ kaset VCD
yang baru saja aku beli
“
tutorial hijab yang syar’i”. Mata ku tak bisa berbohong aku memang bosan tanpa
aktivitas diluar rumah tetapi mata ini lebih berat keinginannya untuk segera
melihat vcd ini
Senin.
9 maret 2013
Suara
alarm hp menbangun ku dari tidur yang nyenyak tepat pada pukul03.30 wib. Alarm
hp dengan nada tilawah quran semakin menguatkan mataku untuk berusaha bangun,
aku ingin memanfaatkan waktu sepertiga malam ini untuk mengadu kepada sang
khalik. Rasa cinta untuk bermunajat kepada sang khalik terasa selalu ku rindukan.
Tidak pernah ku rasakan ketenangan jiwa
seperti ketika ku menengadahkan wajahku kepada-Nya, akujuga tidak tahu apa kah
ini efek pertama bagi ku untuk shalat qiyamul lail, tetapi ini memang
kurasakan. Berbeda dan berbeda. Malam ketika ku bermunajahat kepadanya ku
rasakan hanya milikku,,, ya milikku dan Allah.
Ketika
ku mulai membacakan ayat satu persatu, aku merasa ada getaran kedamaian yang kurasakan.
Berbeda dengan kuyang dulu. Bagi seorang pemula seperti ku ini adalah anugerah yang
mungkin takkan semua orang bisa mendapatkannya. Mereka benar mengatakan “
hidayah Allah itu ada pada waktunya..”
Di
malam yang kurasa menyalurkan udara yang sangat dingin ini aku ingin kembali membangunkan
ruh-ruh ku yag telah terlelap jauh. ya mungkin masa laluku aku termasuk orang terpuruk
dalam lembah yang hitam. Tidak kenal shalat, tidak kenal jilbab bahkan selalu
bersuka ria dengan lawan jenis yang
bukan mahromku. aku ingin malam
ini ilham itu akan terus bersemayam dalam hati ku,, aku ingin ilham ini menjadi
sinar yang mebuat ku menjadi seperti bidadari syurga yang mungkin akan membuat
bidadari di surga lainnya cemburu padaku...
Tuhan
begitu nikmat telah Engkau semayamkan dalam hati ku ini. Ini ilham yang kau
pancarkan melalui ibu yang telah melahirkan ku begitu terasa relung hati bagai
tersiram air yang sangat dingin. Nyess.... nyesss.. terasa menyejukkan. Ya ini
lah mengapa kau ingin menjadi wanita yang lebih baik lagi karena aku rasakan
kesejukkan yang sangat hebat dalam perubahan waktu ku. Aku mulai mengenal
jilbab dan aku mulai mencintainya jilbab...
jilbab.. I love my jilbab...
Ibuyang
telah menyadarkan aku bahwas sepenuhnya amal yang baik itu wajib kita lakukan,,
amar makhruf nahi mungkar begitu kata populernya orang menyebutnya.
Allahdi
malam ini kan kusampaikan dan kusematkan doa untuk ibuku,, beliau begitu wanita
yang mulai di hadapanku.. aku ingin memberinya mahkota yang ketikaorang
meliriknya mereka takkan sanggup menatap dan melihatnya karenakilauan mahkota
tersebut begitu indah. Aku ingin engkau meletakkan ia dalam syurgamu yang
mengalir sungai–sungai di bawahnya...Allah aku menyadari usia yang masih belia
dalam memahami agama ini belum memiliki tabungan yang banyak, belum memiliki amalan
yang siap untuk ku bagikan kepada orang tuaku.
Aku
belum bisa menjadi tentara langit kedua orangtua. Aku ingin hidayahmu tetap menyertai
ku.. aku ingin cinta mu tetap bersemayam di hatiku kapanpun.
Bulir-bulir
Air mata yang suci membasahi pipiku, memaksaku menyudahi perbincangan
dengan-Nya. Aku berharap airmata ini menjadi saksi ya saksi akan perubahan ku
yang inginmenjadi wanita yang lebih baik lagi. Aku ingin curhatan-curhatan ku
kelak akan menjadi kenyataan dan aku pun berharap curhatanku akan menjadi
lembaran-lembaran cerita yang tidak akan tehapus. Aku ingin ia menjadi saksi di
hadapan-Nya bahwa aku benar-benar ingin menjadi yang terbaik.
Kulipat
kembali mukenah yang sudah basah oleh airmata, kulirik jam pada ponsel ku waktu
masih menunjukkan pukul 04.30 wib,, masih ada kesempatan untuk beramal pagi ini
“
umiii... umiii.. tahajud yukksss!”
Berulang
kali ku panggil umi tapi tidak ada jawaban sama sekali,,
“
mungkin umii lelah jadi terlelap sekali dalam tidurnya.” Pikirku positive
thinking
“tetapi
telingaku terusik dengan suara isak tangis di kamar umi
“
umiii...hah umii...” panik ku kambuh
Aku
memang orang yang suka panik dalam segala hal. Kekhawatiran kusemakin memuncak
karena semakin keras suara yang ku dengar.
“
kreekkk,, bunyi suara pintu terbuka “
Ku
condongkan kepalaku kedalam kamar umi untuk memastikan umi dalam keadaan
baik-baik saja
“
huuuh... nafas ku lega,, aku bisa dengan lega membuang nafas ku kembali”
ternyata
umii sedang bermunajat kepada Allah..
“
huahhhgh... ngantuk dengan cepat menyerangku tak bisa kutahan lagi. Di tambah
udara di luar begitu mendukung, semilir angin menambah suasana semakin ngantuk.
Ku coba untuk membaringkan tubuh ku dan sayup demi sayup aku sudah terlelap
dalam tidurku....
“
ya Allah,,,ampuni lah aku yang belum bisa menjadi ibu yang baik untuk anakku,
ampunilah aku yang Allah yang tidak bisa memberikanyang terbaik layaknya orang
tualainnya,, ya Allah bantulah aku dalam usia ku yang semakin tua untuk tetap
menjaganya, menjaganya di usia ia yang labil. Bantu lah aku untuk membentuk
kepribadian muslimah yang sholehah, bantulah aku menjadikan ia bidadari dunia
yang kelak aku melihatnya menjadi bidadari syurga.. ya Allah maka janganlah engkau
hilangkan cintamu darinya,, bantulah ia untuk tetap istiqomah dalam setiap
sujud-sujud malamnya,, sentuhlah dan bangunkan lah ia ketika ia lupa akan kewajibannya
sebagai hambamu... aamiinn..”
“
imajinasiku berkata mungkin doa yang baru aku dengar tadi adalah mimpi tapi
ternyata bukan. Suara itu telihat jelas di gendang telingaku ya,, firasatku
tidak salah itu terlontar dari bibir ibuku,, betapa senang hati ini ketika doa
itu ku dengar
Doaku
dalam hatiku “Ya Allah jadikan aku wanita sholehah yang akan membalas setiap
jengkal dan setiap budinya”
aku
pun tersenyum,, ini adaalh kehidupan ku yang sekarang. Kurasakan aku lebih damai, aku lebih bisa tersenyum
tanpa beban. Ini adalah jawaban dari setiap doa-doa ibuku. kini islam benar mengalir
lebih dalam di hidupku.. kukatakan pada hatiku “ I love islam “ and “ I am very
proud be moeslim’.. kini aku tersenyum dalam kedamaian sinar ilahi-Mu ya Allah.