Senin, 08 Februari 2016

Hidden Feeling



Aku bukanlah penyair yang pandai meluapkan semua perasaan cintanya dalam bait-bait puisi.
Aku juga bukan seorang novelis yang bisa menceritakan kisah percintaannya dalam bukunya
Namun aku hanya seperti bulan yang mengagumi matahari diam-diam, tak bisa bertemu dan takkan menyatu. Cukup dari jarak yang jauh ia mampu mengamati sosoknya

Aku juga bukan seperti bunga dan kumbang yang saling melengkapi
Juga bukan seperti kisahnya yang menjadi suri taulan umat yaitu Rasulullah dan Khadijah,
Namun aku hanya gadis dengan sepenggal rasa cinta yang tersembunyi.

Kenapa tidak mengungkapkan jika kau mencintainya ??
Kenapa tak kau tunjukkan signal agar ia menerima kode-kode rasamu
Kenapa tak kau beranikan dirimu dihadapannya
Sukakah engkau menyimpan rasa ini????
Ah,,,,ini bukan seperti sebuah pertanyaan bagiku,, ini seperti sebuah sindiran betapa lemah dan tak bernyalinya diriku. Lagi pula aku bukan permata, yang tanpa diberi tanda setiap ujung mata berniat memilikinya.
Ah,,,,sekali lagi aku mencaci diriku !!!
Biarlah apa yang kurasa cukup Dia yang maha pemilik kasih sayang yang mengetahuinya,
Biarlah,,,aku akan biarkan pria diujung sana. Aku pun tak tahu jika keberanian ini aku kumpulkan apakah mungkin rasa ini akan berbalas senyuman atau bahkan kesedihan??

Jarak,,,
Mungkin benar, semakin kau perbesar langkahmu menjauh maka jarakmu untuk meraihnya semakin jauh pula, tapi biarlah rasa ini aku simpan. Karena jejak ini telah ku buat karena  kisah ini telah aku torehkan maka biarlah waktu yang akan menjawabnya.

Sakit,,,,
biarlah sakit,, karena hati tak harus selalu bahagia. Ada masa ia perlu merasa sakit agar kebal jika terkena yang kedua,
Sakit,, ketika engkau tahu sosok yang impikan mengagumi sosok lain selain dirimu,
Ketika engkau sadari sosok diseberang telah mengikat janji dengannya
Tak apa,,,,aku akan membuat jejak jarak itu semakin jauh, aku akan membuat jejak sakit itu semakin dekat agar hati ini tahu rasanya ikhlas. Agar hati belajar untuk tak berani mendahului kuasa-Nya dan agar hati ini sadar bukan ini yang terbaik untuk dirinya
Biarlah hati ini kembali bersih dan kosong, biarlah rasa ini kembali bersemi hanya atas izin dari-Nya, hanya dan hanya Ia telah izinkan pertemuan dua hati itu menyatu.
Maka izinkan aku memendam rasa ini, agar sejarah tak tahu bahwa aku secara diam-diam telah menaruh rasa kepada sosok yang belum jelas statusnya. Biarlah ini menjadi masa lalu karena darinya aku belajar mendaki masa depan.
Tak apa,,,aku perlu sakit dan jatuh terlebih dahulu agar aku tahu bahwa ujung kuasa-Nya itu pasti bahagia ,,,,,,,,:-) :-)
                                                                                                                                                                                                                                                                                              Pekanbaru, 8 Februari 2016