Sabtu, 25 Juni 2016

Ramadhan__"Biarkan Hati Memaafkan"

Sempat binggung ketika harus berbicara tentang Hati. Karena terkenalnya objek ini tentang hal yang berbau perasaan. Kembali lagi proyek menulis ramadhan ini harus diwarnai dengan hal yang berbau rasa dan akhirnya benar-benar terbawa kepada arus perasaanku sendiri...

sahabat...sering sekali kita merasakan namanya kecewa. Kecewa dengan kata-kata, kecewa dengan tingkah laku seseorang yang tanpa mereka sadarinya. Ada sebagian yang mampu menyembunyikan kecewanya dalam 1 hari, ada juga yang mampu memendam kecewanya sendirian hingga berminggu-minggu, dan alhasilnya kita sendiri yang merasakan susahnya. Karena menggunakan "emosi sesaat" itu sejatinya cukup melelahkan. Kita menyimpan kecewa, kita menyimpan amarah tetapi belum tentu seseorang yang disana menyadarinya atau memikirkan kesalahan yang telah diperbuatnya. Toh akhirnya perasaan kita sendiri yang akhirnya terluka,,, buang energi, pikiran negatif semakin timbul. So,,,,gunakan kesabaranmu untuk melahirkan hati yang jernih pada hal yang semestinya..

sahabat,,,,,
aku sempat kecewa dengan teman karibku, meskipun aku tahu bagaimana kelakukannya, bagaimana tutur katanya selama ini. Ku coba untuk tak menegurnya, berharap ia menyadari kesalahannya. Ku coba untuk tidak berkunjung ke rumahnya berharap ia menanyakan kemana pergiku. Tetapi kembali lagi aku menguras energi perasaanku untuk hal yang sia-sia karena apa yang aku ingin tak terjadi. Semakin aku diam,, semakin ia tak tahu kesalahannya.
Maka kemudian aku mulai berpikir,,,,
jangan biarkan emosi kita membutakan  keadaan
tetapi gunakan  hati dan perasaan untuk menuntunnya
karena terkadang perasaan yang kita bawa bukan lahir dari hati nurani kita tetapi terlahir dari rasa ego, atau emosi kita hari itu...
maka sababat,,,,
Gunakan kesabaranmu, gunakan perasaan dan logika jernihmu kemudian biarkan hati kita yang menuntunnya. Karena sejatinya pikiran yang tenang akan melahirkan hati yang tenang pula. Hati yang tenang akan mendamaikan perasaan & keadaaan.

Mungkin kita cukup membiarkan rasa kecewa itu tersimpan dihati kita lalu biarkan terhapus perlahan-lahan bersama waktu, meskipun sulit tapi bertahanlah. Karena mendamaikan 2 saudara yang bertikai lebih Allah cintai. Karena Islam juga mengatur, memberikan batas maksimal seseorang tidak bertegur dengan saudaranya hanya sampai 3 hari.
Jangan biarkan sebuah kata "kecewa" yang akhirnya menjauhkan kita dari bau syurga. Na'udzubillah...
Lahirkan cinta, lahirkan kata maaf untuk memaafkan dan terakhir lahir tombol delete untuk menghapus bekas luka kecewa dihati kita.....
Semoga dari hal sederhana ini, ketika terus menerus kita biasakan, akan melahirkan sebuah simpul senyum yang tiada pernah pudar. aamiin
Seperti kata Ricis,, kita punya 1001 cara untuk bahagia. Kita pilih menyimpan kecewa atau memaaafkanya?

 

Jumat, 24 Juni 2016

AJARKAN AKU ARTI MELUPAKAN

Ajarkan Aku Arti Melupakan
Ajarkan aku arti melupakan jika pada akhirnya engkau tak mungkin dapat ku raih
Ajarkan Aku arti melupakan jika pada kenyataannya hanya bayangan-bayang semu mu yang mengukir di mimpiku selama ini
Ajarkan aku arti melupakan jika pada kenyataannya “Cinta Ini hanya Satu pihak”
dan Ajarkan aku arti melupakan ” melupakan semua kenangan yang ingin dilupakan, melupakan semua impian, harapan, bahkan do’a yang pernah aku panjatkan”

Aku tak butuh  harddisk untuk menyimpannya menjadi sebuah kenangan aku hanya butuh sebuah penghapus yang akan membersihkan semuanya tanpa bekas.
Kemudian setelah itu, yang ku butuhkan hanya dua, pensil dan kertas. Izinkan dengan pensil ini aku tuliskan sketsa indah dan baru, sketsa baru yang mungkin jauh dari hal tentangmu, sketsa baru tentang hal yang baru, hal yang mungkin lebih rill untuk aku dapatkan, bukan hal lama yang terlihat semu untuk aku raih. 

Izinkan dari kertas putih ini,  izinkan dari pensil runcing ini, terlahir karya, mungkin bisa dikatakan sebagai do’a, atau harapan untuk masa depan, yang pada akhirnya aku  hanya ingin dari sketsa baru ini terlahir wajah baru yang lebih siap untuk menghampiri ke persinggahanku.

Maaf aku sudah terlalu lama berlabuh di tepi jalan ini
maaf aku sudah terlalu lama memandangi ujung jalan itu dengan mendekap tangan dan memejamkan mata berdoa dalam dada semoga engkau yang berjalan di sana menuju kepadaku dengan membawa kata-kata  yang ku tunggu

Ah,,,,,Aku terkesan terlalu naif. Meminta kepada hal yang tak semestinya, meminta pada hal yang bukan pada tempatnya. Apalah daya mungkin tangan ini tak sampai untuk meraihnya karena pada akhirnya aku tahu,, Takdir jodohku ada bersama-Nya. Karena aku tahu bukan sosok yang AKU INGINKAN yang akan Ia kirimkan tetapi sosok yang benar-benar AKU BUTUHKAN  yang akan membersamaiku mengarungi masa depan. 


Pekanbaru, June, 24 2016

Rabu, 22 Juni 2016

Ramadhan "18" _ Panggil Masa Lalu.....

Ramadhan sudah mendaki hingga hari ke-18. Tak terasa aroma bahagia ingin melucuti setiap toko-toko busana mulai menusuk disetiap jiwa.. Sepertinya ramadhan menjadi moment yang terPAS_dalam bingkai Busana atau baju Baru.

Sahabatku,,,,
Berbicara tentang ramadhan tahun ini dengan ramadhan tahun lalu menurutmu adakah perubahan yang kamu rasakan saat ini??
Apakah Ramadhan tahun ini tak ada ubahnya seperti ramadhan-ramadhan yang lalu-lalu. Hanya menjadi formalitas kita yang sebenarnya lebih bergembira menyambut hari ber-Raya. Moment dimana jejeran busana, jilbab, sepatu, sandal bermerk memenuhi jalanan. Tak lepas sambil bersalaman memohon maafkan lahir & bathin antar sesama.

Berbicara masa lalu 
Sahabatku .......
"Terkadang kita perlu memangil masa lalu_Untuk menjadi Pembanding seberapa "Besar & Positifnya" Perubahan yang terjadi pada diri kita"


Berbicara masa lalu mungkin sebagian orang ingin melupakannya, mungkin sebagian yang lain justru ingin sekali mengenangnya. Semuanya adalah kenangan yang terjadi pada diri kita. Tidak bisa kita pungkiri apakah itu kelam ataupun bahagia. Toh pada akhirnya kita hanya perlu mengambil HIKMAH dari setiap detik, jengkal, atau pun moment yang terjadi pada masa lalu untuk menjadi cermin perubahan di masa depan. 

sahabatku....
Jika kerikil kecil saja mampu membuat kita keselo saat di jalan, maka masa lalu pun demikian.
kita sering melihat atau bahkan mengalaminya sendiri, yang dahulunya urak-urakkan, baju you can see, gonta-ganti pacar, alhasil dalam sekejap waktu ia bisa menjadi seseorang yang lain dari dulunya. Baju gamis terjulur ke bawah, Jilbab yang menjuntai menutup hingga ke dada, kaki yang kini terbungkus kaos kaki, tutur kata yang lebih sopan, bahkan pandangan yang semakin dijaga. Itu sebab ia tak ingin masa lalunya menjadi gambaran kelam masa depannya. Bukankah kita sudah sangat paham sekali bahwa masa depan kita terlihat bagaimana kita menyikapi masa lalu kita.

Jika kerikil kecil saja mampu membuat kita keseleo, lalu masa lalu pun bisa menjadi jeruji bagi kita. hal ini terlihat bagaimana cara kita menyikapinya. Adakah niatan untuk berubah atau tidak berubah? Kembali lagi sahabat,, back to our self,,,,,,!!!!
Masa depan kita, kita yang menentukan.
Jangan panggil masa lalu  yang kelam untuk menjadi penghalang keberhasilan mu nanti , TETAPI cukup panggil masa lalu yang kelam untuk MENJADI PERISAI bahkan CERMINAN ESOK YANG LEBIH BAIK LAGI.

ini benar sahabat...
kekuatan masa lalu begitu besar,
ada yang begitu khawatir jika masa lalunya menjadi sebab musabab jauhnya jodoh darinya,
ada yang takut masa lalunya menjadi penyebab sulitnya ia mencari pekerjaan
ada yang takut masa lalunya menjadikan ia terkubur selama-lamanya tanpa mengenal kata KEBANGKITAN.


Sahabat,,,, Kutip Masa Lalu mu yang Kelam lalu "Replace" Dengan Rencana-rencana Masa Depanmu Yang lebih Cemerlang. Ramadhan menjadi moment yang pas untuk kita membuktikan seberapa besar perubahan yang terjadi antara kita yang lalu dengan kita yang sekarang..
Gunakan Ramadhan menjadi fasilitator untuk melahirkan kebiasan-kebiasan yang baik yang tanpa sengaja jika dibiasakan akan melunturkan nilai-nilai kefuturan dimasa lalu.
Percayalah,,,,bahwa Allah tak membiarkan hamba-hambanya yang senantiasa Hijrah
Karena Hijrah akan mengantarkan kita lebih dekat kepada-Nya....


Selamat rehat sahabat........
#Ramadhanwaktunyaberhijrah    #Ramadhanwaktunyaberubah


                                                                                                          Juny, 22 2016

                                    ******Calling History To Replace Future*****

RAMADHAN_”KENYAMANAN”



Apa kabar sahabat…..?
semoga sapaan hari ini tidak berbau basi yach….. :-)
*****_______________________________________________*****
Tak terasa ramadhan semakin ke ujung,,,sudah berlalu dua pekan kita menjalani puasa menahan rasa haus, lapar, emosi dan de el  el.
Bagaimana puasa sahabat hari ini? lancarkah ? full kah atau sudah bolongkah ? kalau berbicara tentang full atau bolong tentunya sahabat tahu ini salah satu istilah yang gag terlepas dari perempuan, salah satu anugerah yang Allah berikan bagi semua perempuan untuk free alias Gag Puasa Selama Seminggu dan akhirnya meninggalkan istilah bolong puasa dech
***____________________________________________***
Hari ini puasa ke tujuh bagiku. Seperti biasa sahabat, alhamdulillah puasa tahun ini terasa lebih santai tidak seperti puasa tahun sebelumnya. Mungkin karena terbiasa membiasakan diri untuk melebur ke dalam puasa senin kamis kali ya jadi perutku beradaptasi dengan sebaik-baiknya di Ramadhan ini. Bisa dikatakan perutku cukup fleksibel, kalau terbangun bisa sahur  Alhamdulillah, kalau tidak terbangun untuk sahur juga Alhamdulilllah karena akhirnya puasanya juga terasa sama. Sama-sama sampai ke waktu berbuka hehehe
Berbicara tentang puasa sahabat pasti tahukan pokok inti dari berpuasa adalah MENAHAN …
Lantas menahan yang bagaimana yang Allah anjurkan??
jawabannya,,, menahan dari segala hal yang dapat membatalkan puasa. Semisalnya makan, minum, selain itu kita juga harus menahan semua emosi-emosi kita, menahan atau “STOP” untuk Gosip, Ghibah atau istilah yang sejenisnya.
Bukankah kita sering sekali diingatkan oleh ustadz-ustadz, bahwa ketika kita berpuasa jangan biarkan amalan puasa kita itu hanya berbuah menahan haus dan lapar.
Contoh ringannya ketika kita berpuasa namun mulut kita asyik untuk mengGhibah orang lain, noh itu salah satu yang akan mengurangi amalan pahala kita loh…..apalagi kalau seharian penuh ghibah, bisa-bisa yang mulanya pahala menjadi dosa dan akhirnya hanya menyisakan rasa lapar dan dahaga. Sahabat tentunya gag mau kan capek-capek puasa tapi gag dapat pahala??
Solusinya “innamal a`maalu binniyyaati”
Lalu kembali ke niat semula kita,,, apakah kita ingin tahun ini lebih buruk atau ramadhan tahun ini lebih baik ?? it’s simpel semua tergantung kepada niatan sahabat semua.. Ayo yang naitannya masih salah kita luruskan yuk,,,,semoga Ramadhan kita, ramadhan keluarga kita selalu berkah, dan terbaik. Mengapa? karena sekali lagi kita diingatkan, bahwa usia kita hanya Allah yang tahu. Barang kali Ramadhan selanjutnya sudah “Say Good Bye” dari kita dan keluarga kita. Oleh karena itu mari kita jadikan Ramadhan tahun ini ramadhan yang terbaik dan semoga Allah hapuskan dosa-dosa kita yang telah lalu maupun yang akan datang. aamiiin

Tema Cerita Ramadhan kali ini tentang “Kenyamanan”
Nah,,,,,sahabat mulai binggung ya? mulai dech garuk-garuk kepala yang aslinya gag gatal itu.
Hmmm,,, cerita ini muncul ketika ku temui bahwa pada kenyataannya dalam sebuah pertemanan bukan hanya memperhatikan soal caring tetapi juga tentang hal comfortable…alias Kenyamanan.
sahabatku…tentunya punya sahabat, teman atau kawan karib yang selama ini bersamai kita bukan? lalu apa sebenarnya yang menjadi tolak ukur kita menganggap mereka sebagai sahabat kita, menganggap yang sebagian sebagai musuh kita?? dalam hal ini tentunya setiap orang memiliki privasi jawabannya.
Bagiku,,,memilih sebuah teman dekat perlu memperhatikan hal kenyamanan dan pastinya juga pemahaman. Aku atau dia harus saling memahami karakter kita yang berbeda, aku atau dia harus bisa saling memberi kenyamanan. Tidak cukup untuk hanya berbicara tentang pemahaman, toh sosok “Kawand Biasa” juga bisa lebih memahami kondisi kita dalam timing yang tertentu. Lain hal dengan sebuah kata kenyamanan….
Kita sering melihat sekelompok ABG bergenk dengan status ekonomi yang berbeda, ada juga kita melihat genk yang bersosialita,, semuanya hal pribadi masing-masing kita mau berteman dengan yang kaya atau yang miskin karena bukan tentang kaya atau miskinnya tetapi terletak seberapa nyaman, dan seberapa kita percaya kepada dia.

Sahabat…
sekali lagi islam mengajarkan istilah Ukhuwah Islamiyah, yaitu ukhuwah yang dilandaskan atas persamaan akidah. Begitu sempurnanya islam dalam mengatur sendi-sendi kehidupan kita. Tidak hanya tentang dunia politik, ekonomi tetapi dunia sosial kita pun islam mengaturnya sedemikian rupa. Ukhuwah,,, artinya persaudaraan, persaudaraan yang tidak dilandaskan oleh keturunan darah tetapi pada akidah. Selagi akidah kita benar berpegang kepada Alquran & Al-hadist maka hubungan pertemanan kita berlandaskan ukhuwah islamiyah.

Lalu bagaimana jika kita memiliki sahabat namun kita tak menemukan kenyamanan saat bersamanya? atau dengan kata lain aku sebagai seorang akhwat berasa lebih nyaman ketika bersama dan berkumpul bersama “Kawand Amah”, yang jilbabnya polos tidak seperti jilbabku yang menjuntai-juntai terkibas oleh angin?.
Kembali lagi bahwa ternyata jawabannya terkait hal Kenyamanan.

Ini kutemukan ketika sore ini ku amati dua sosok sahabat yang sejurusan denganku, semua teman angkatan tentunya sudah kenal dengan pertemanan yang kami jalin. Bisa dikatakan kumpulan akhwat-akhwat 2012. Hadir kajian bersama, berorganisasi sama, membahas dan memiliki objek dakwah sama juga NAMUN kini berjarak, merenggang seperti pegas yang tak lentur kembali sulit untuk dipaksakan dirapatkan kembali seperti semula. Satu sama lain saling berdiam. Kedua-duanya dalam kondisi berhubungan baik denganku. Sepertinya aku jadi sosok tokoh tritagonis diantara dua pemeran utama ini,
Aku pun binggung mengapa si A jarang berkunjung ke kamar si B, padahal biasanya mereka saling bersebelahan dan selalu bertemu. Dan si A lebih suka berkunjung ke kamar si C. Aku pun demikian, akhir-akhir ini lebih bersilaturahmi ke kamar si C. Namun aku tetap menyempatkan untuk menyapa kamar sahabatku si “B” dan si”D”. Dalam hal ini aku sedang dalam kondisi “Good Relationship”.

Dan kini baru aku tahu, meskipun kami satu misi, satu amanah, satu pengajian atau sama-sama sudah dalam kategori paham dalam hal tarbiyah tetapi ternyata kami kurang dalam hal saling memahami dan saling memberi kenyaman. Selama ini kami tertawa, bercerita, merapat ala kadarnya saja, dan tidak kami sertai rasa pemahaman yang baik satu sama lain. Kami belum mampu membaca karater satu sama lain, kami seperti lakon yang memerankan dialognya ketika ada scene. Kami terlihat bersama ketika ada rutinitas yang sengaja mempertemukan kami dalam satu lingkaran.

Sahabatku,,,,aku cukup menjadi tritagonis yang akan mengamati gerak-gerik kalian. Meskipun mulutku telah berusaha menyatukan kalian tetapi hanya kalian yang mampu merajut ukhuwah itu kembali. Sahabatku,,,, ilmu kita, majelis-majelis ilmu yang kita hadiri saja ternyata tidak cukup untuk mendewasakan kita satu sama lain. Kita masih perlu belajar, belajar bagaimana bersikap, belajar bagaimana menghargai kesibukan orang lain, belajar bagaimana berbicara dalam kondisi yang tidak akan menyakitkan saudara-saudara kita, kita juga masih perlu belajar bahwa ada waktu “Me time” atau “Our Time”, Kita harus belajar bagaimana cara yang baik untuk mendamaikan saudara-saudara kita yang saling bertikai, kita harus belajar bagaimana saling maaf dan memaafkan, kita juga harus saling belajar memberi kenyamanan.

Bagiku, dan menurut hati yang semoga tak menutupi arti kebenaran ini, mengapa aku sering berkunjung ke si “C” karena aku temukan kenyamanan yang lebih daripada saat kita berkumpul. Karena sosoknya yang lembut, sosoknya yang fleksibel dalam mengontrol emosinya, tak mudah marah, tak suka mencampuri orang lain, dan selalu menjadi penenang ketika aku gelisah. Ia memberikan kenyamanan ketika berbicara, keteduhan emosinya mengajarkan aku untuk mulai belajar agar menjadi pribadi yang lembut dan tak garang, hatinya yang tak mudah sakit hati mengajarkan aku untuk menjadi sosok sepertinya yang mudah sekali memaafkan orang lain. Bagiku “si C” cukup memberiku dan mengajarkan aku arti-arti bersosial. Maaf ukhti bukan meremehkan jiwa sosial mu, tetapi kejadian hari ini menjadi bukti bahwa emosi kita telah berhasil merusak arti kenyamanan yang ku rasakan atau yang si “B” rasakan. Mulut kita masih belum terkontrol dalam berbicara, sekali lagi aku sempat menggerutu mengapa kita yang tertarbiyah tetapi masih susah mengontrol emosi kita dan akhirnya mulutku bersuara kecil “puasa adalah waktu kita untuk menahan amarah dan berbudi mulia ukhti”. Dan hal ini yang memulaikan aku untuk mengatakan hal yang demikian “Yang Paham Harap Memaafkan”.

Sekali lagi ukhti “A”, “B” atau Ukhtiku si “D” kita perlu belajar dari si “C”. Kita perlu belajar dari dunia luar, kita perlu belajar dari mereka-mereka yang kita sebut “AMAH”, karena tak salah belajar dari siapapun. Karena terkadang si kecil pun mampu menyadarkan si besar.

To me & Ukhti-Ukhtiku
Hari ini aku tahu bahwa…
Jilbab panjangku, gamis kembangku, rutinitas Liqoku, Rutinitas majelis ilmu yang ku hadiri ternyata masih kurang merubah sosok kita. Sosok kita yang diluarnya dikatakan paham tetapi di dalamnya kita sangat jauh dari arti paham tersebut. Sosok yang di luar terlihat menawan, terlihat sholehah namun ternyata masih jauh dari kesempurnaan tersebut.
Hari ini aku tahu bahwa….
Seharusnya tarbiyah ku menjadi Perubahan kepribadianku. Namun aku baru sadar tarbiyah tanpa disertai kesadaran diri juga berbuah NIHIL. Hal ini begitu jelas sekali bagaimana Allah menggambarkan kepada kita dalam surat Ar-ra’d :11
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri”
Na’udzubilllahi min dzalik…semoga kita dijauhkan dari sifat fasik dan munafik
dan Hari ini aku tahu bahwa…..
kita masih harus “IQRA”
Membaca dari dunia nyata, membaca dari tanda-tanda kekuasaanya serta membaca dari makhluk-makhluknya. Dan Membaca bahwa Allah meminta kita untuk menjadi umat yang terbaik dan beriman.

                                                                                                                                                                                                                         Alone at Bedroom, 20 juni 2016 (00:12)

Sabtu, 18 Juni 2016

Ramadhan Ku …. Berbicara Tentang Mengekspresikan Cinta ?



Ramadhan sudah terasa memasuki minggu ke -2
mata kita tak asing lagi dengan beragam baju-baju di etalase dengan segala merek dan bandrol yang melejit. Dan mata kita pun selalu dipertontonkan dengan beragam jajakan kue-kue berwarna-warna, bahkan sosmed pribadi kita pun menjadi ajang penjajakan perdagangan online semua jenis kue..

lalu…..tak terlepas dari keberkahan yang kita dapatkan di bulan ramadhan,,,
kita pun masih tak lupa untuk berbicara tentang cinta.
kenapa cinta? ya karena di bulan ramadhan pun harus ada topik cinta yang kita bahas…

Sehari-hari kita bertilawah hanya 1 juz kini kita berlomba-lomba untuk bertilawah 5 juz/hari
yang dulunya mulut kita lebih banyak menghafal lirik-lirik adelle, Ariana Grande kini kita berlomba untuk menyibukkan dengan mendendangkan ayat-ayat alquran menuntaskan hafalan-hafalan kita, yang biasanya shalat witir hanya 1 rakaat kini kita membiasakan diri untuk shalat 3 rakaat, yang mulanya hanya mengerjakan rawatib muakkad kini kita lengkapi dengan gairu muakkadnya

Pertanyaan kemudian muncul mengapa kita harus berletih-letih untuk mengerjakannya? bukankah kita cukup melakukan seperti rutinitas kita biasanya? sahabat pembaca setiaku, inilah karena cinta. Kecintaan kita kepada sang Rabb menghantarkan kita untuk mengerjakan semua hal yang ia sukai. Ramadhan bulan yang begitu memiliki banyak keberkahan berhasil mendorong kita melahirkan kecintaan untuk melakukan yang ma’ruf dan meninggalkan yang mungkar, berbondong-bondong untuk fastabiqul Khairat.
sahabatku….
berbicara tentang cinta… memang takkan pernah ada habisnya. Lihat saja wajah kamu pasti mulai merekah ketika kata-kata ini mulai tersebut.
Sepertinya topik ini tak kan pernah limited edition untuk dipublish,,,,akan selalu menjadi trending topik.
sahabatku….
setiap orang pasti punya cinta,,,setiap orang pasti pernah suka atau mengagumi seseorang bukan? bagiku ini tidak salah,,,,ini hal fitrah yang Allah berikan kepada setiap hamba-hambanya, karena kehadiran kita di muka bumi ini pun lahir dari rasa cinta. Namun pertanyaan kita bagaimana kita harus mengekspresikan cinta kita ?
Apakah dengan perpacaran, bergandengan tangan, berpelukan atau melalui ijab dan kabul??
Sahabatku,,,fenomena remaja yang sedang jatuh cinta selalu marak disekitar kita, lalu sekali lagi sudah benarkah cara kita mengekpresikan cinta kita ini ??
Katanya Ramadhan bulan yang berkah,, banyak orang berbondong untuk menumpuk amalan mereka, tetapi coba sekali-kali sahabat amati manakah yang lebih ramai masjid kah atau mall-mall? manakah yang lebih banyak ke masjid remajakah atau orang tua?

Kita selalu salah dalam mengeksperikan cinta, sama hal nya kita juga salah dalam mengekspresikan berkahnya bulan ramadhan. Ketika ramadhan seharus nya kita berduyun-duyun tarawih, tadarus namun fenomena sekarang momen ramadhan digunakan untuk setiap malam bertemu dengan sang kekasih, yang labelnya belum SAH dan HALAL bagi kita. Momen ramadhan menjadi ajang silaturahmi dengan buka bersama, atau jjs (jalan-jalan sore) menelusuri bukaan yang berjejer-jejer di setiap jalan, namun ternyata mataku lebih tertarik untuk memperhatikan remaja-remaja berboncengan yang menggelayutkan lengannya pada pundak yang salah, pada pinggang yang salah atau bahkan pada orang salah. Bukan ramadhan bulan yang mengajarkan kita menahan nafsu mengajarkan kita untuk banyak melakukan amal kebaikan?? Apakah ini cara kita mengekspresikan ramadhan kita ??
sahabatku,,,,,
ramadhan tidak salah, cinta juga tidak salah. Bagiku yang salah adalah kita, kita yang tak tahu ilmu berlagak sok tahu, kita yang minim ilmu malas menambah ilmu, kita yang fakir ilmu berupaya membenarkan setiap tindak tanduk kita. kita mengatakan “kan gag papa kalau pacaran asalkan tidak berpegangan, kan gag papa cari bukaan berboncengan asal tidak bermesraan, kan gag papa bangunin sahur pacar sebagai penyemangat dan etc lah beribu dalih yang kita ucapkan menjadi sebuah pembenaran”

Sahabatku,,,Kembalikanlah Cinta Kepada Yang Fitrah, Kembalikan Cinta Kepada Sang Pemiliki Cinta. Jangan Nodai Cinta Jangan Nodai Ramadhan Kita, Jangan Salah Dalam Mengekspresikan Cinta. Cintalah Apa Yang Pantas Di Cintai,,, Ekspresikan Cinta Pada Waktu Dan Moment Yang Tepat. Minta Kepada Sang Pemilik Cinta Agar Cinta Berbuah Berkah…

Sahabatku
“Kita Terlalu Sering Mencinta Kepada Sosok Yang Kita Cinta. Tetapi,,,Sadarkah Kita Status Sosok Tersebut? Sahabatku,,,Kita Terlalu Sering Memuja dia Yang Kita Cinta. Namun Kita Lalai Mengingat Dia Yang Memberi Cinta Dalam Setiap Waktu Kita. Sahabatku Kita Sering Khilaf Dalam Mengekspresikan Cinta Padahal Dia Senantiasa Memperhatikan Kita. Sahabatku….Cintailah dia Yang Membuatmu Menjadi Semakin Cinta Kepada Dia…”

#Ramadhanpenuhcinta       #CeritaCintaRamadahan

Senin, 13 Juni 2016

ISTIRAHAT SEJENAK…….*****



Sudah lama kamu menghilang,,,,
bukan Cuma menghilang !!! tapi kamu seperti tenggelam tertelan bumi yang tak bersuara ini…
bahkan bumi seakan bisu akan keberadaanmu selama ini….
lalu,,,,,aku bisa berbuat apa??

kamu,,,,,
aku rasa sudah cukup untuk bermain petak umpetnya,,,,
aku rasa sudah cukup waktunya kamu kembali
kembali keperaduanmu yang sebenarnya
ke tempat dimana kamu memulai sketsa kehidupanmu, ke waktu dimana kamu menghabiskan hari-hari mu
kamu masih punya kenangan itu bukan,,??
kenangan dimana waktu yang kau habiskan untuk menangis, tertawa, sedih dan segalanya
kamu juga masih punya kenangan tempat itu, tempat dimana kamu menenggelamkan setiap jengkal kenanganmu  itu bukan?

maaf apakah aku terkesan menyodorkan begitu pertanyaan yang bertubi-tubi kepadamu?
bukan apa,,,,bukan tanpa alasan
tetapi,,,,aku rindu kamu
rindu ketika kamu hadir dan terus standby dikertas-kertas sketsamu,, rindu ketika kamu mulai menghidupkan kembali cerita-cerita mu
mungkin aku terdengar seperti pengemar atau bahkan stalker mu bukan??
ya……
mungkin julukan itu cocok,
lantas aku dapat berbuat apa…???
kamu,,,,sudah cukup untuk istirahat? kamu sudah cukup dari istirahat yang kau katakan sejenak itu??

sejenak…
kau beri judul kepergianmu yang lama itu dengan alasan sitirahat sejenak…??
lalu….apa arti penantianku yang berbulan-bulan itu,,,lalu apa arti malam-malam yang aku habiskan hanya untuk menunggu kehadiran mu
kamu tahu,… aku selalu memonitor layar laptopku
membuka blogger, membuka fb mu dan membuka tumblrmu
apa kamu belum mengerti?? apakah kamu belum mengerti mengapa aku demikian?
lalu lantaskah engkau masih bersiteguh mengatakan ini hanya istirahat sejenak??
kamu,,,,kau egois….menyiksaku menunggu..menunggumu
Aku menunggu kau keluar dari zona istirahatmu….
aku menunggu karya-karya tulisanmu
maaf !!!! bukan terdengar aku hanya mengagumi pengarang seperti mu !!!!
tetapi,,,,,,,
aku tidak ingin layar blogger atas nama mu kosong begitu saja,,,sepi
percayalah….ada penggemarmu yang ingin kau bangkit..bangkit dan berhenti dari istirahat sejenakmu
lalu…
percayalah aku masih setia..
setia membaca bait demi bait tulisanmu, karena aku ingin tulisanmu kembali mengisi waktuku.!!!
I Always Waiting You,,,,Please Come Back Again!!