Ada suatu masa, kamu berhenti dan terhenti. Dua
kata yang mungkin terdengar sama, tetapi bisa memiliki dua makna yang berbeda. Terkadang
aku harus berhenti tetapi kakiku tak inginku terhenti di titik ini. Terkadang
aku benar-benar harus terhenti disalah satu persimpangan yang membinggungkan
pandanganku, padahal hatiku berkata untuk tidak berhenti.
Kamu,,,,pernah merasa bosan? atau kamu pernah
merasa binggung? Bosan dan Binggung akan apa yang harus kamu lakukan. Bosan
karena rutinitas yang selalu sama kamu jalani, binggung hal apa yang akan kamu
lakukan kemudian lagi. Manusia memang begini sifatnya, selain bersifat lemah,
bodoh & serakah, terkadang manusia juga bisa kehilangan arah semangat. Hari
kemarin mungkin kita semangat dengan rutinitas keseharian kita hingga
melelapkan hingga fajar menyingsing, namun hari ini lain lagi. Karena hatinya
setiap manusia selalu berubah-ubah (Moody).
Membahas dua kata berhenti dan terhenti? aku
pun binggung apa yang akan aku tuliskan seputar dua kata ini. Berhenti kata ini
lahir dari sebuah gerakan murni dari hati. Hati kita yang menginginkan kita
untuk benar-benar berhenti, berhenti untuk menyusuri jalan kehidupan yang tak
mudah ini, berhenti untuk terus menapaki jalan yang berkelok, berliku dan
kadang naik dan turun ini, atau sekedar berhenti menunggu suatu janji yang
telah lama kita nanti, bisa juga berhenti untuk mengharapkan sosok yang jauh
disana. Apapun itu yang akan memaksa kita untuk berhenti. Berhenti yang
benar-benar dari hati. Ia Bisa akan berakhir dengan titisan air mata, karena
terkadang kita harus berhenti dan tetap berhenti padahal hati kita ingin tetap
maju dan ke depan. Lalu apa bedanya dengan terhenti? Bagiku Terhenti adalah
ketika ada sebuah batu penghalang ditengah-tengah perjuangan kaki kita,
ditengah-tengah pengembaraan kita. Terhenti bukan berarti akan berujung untuk
berhenti selamanya. Karena ketika kita terhenti dengan kerikil yang menyandung
kaki kita, masih ada waktu untuk melanjutkan perjalanan kita yang masih
panjang. Terhenti adalah sebuah peluang untuk menjemput kesempatan lainnya.
Terhenti,,,
Kamu
pernah berjalan di sebuah lorong yang gelap?
atau
kamu pernah merasa terhenti karena jalan yang kau tempuh benar-benar buntu?
lalu
apa yang kamu lakukan jika kakimu terhenti dengan hal itu ?
sudahkah
kakimu terhenti dan berhenti disana selamanya?
Terhenti,,,,
Terhenti
bukan berarti kita harus berhenti
Terhenti
adalah sedikit gangguan kecil disetiap langkah perjalanan kita
Terhenti,,,,Bukan
berarti kita harus berhenti
Tenang,,,kita
bisa putar arah dan mengulangi kembali lorong yang telah kita lewati
Jika
lorong pertama yang kita lewati buntu mungkin ada lorong lain yang menuju ke
arah cahaya keluar,,,
Terhenti,,,bukan
berarti kita harus berhenti, tetapi kita hanya diminta untuk beristirahat
sejenak, meneguk air, mengibaskan pilu perjalanan kita dan kembali mencharger
energi kita
Terhenti
Tak
harus berakhir dengan berhenti
Kita
memang terkadang harus ditakdirkan dengan dua pilihan ini terhenti atau
berhenti
tetapi,,,kita
bisa memilih akankah kita terhenti sejenak kemudian melanjutkan perjalanan yang
panjang kita atau memilih berhenti selamanya, berhenti disana dan
mengakhirinya.
Lalu
aku bisa katakan ketika kita benar-benar telah berhenti tanpa mendapatkan apa-apa
yang kita cari artinya kita sudah menyerah
Jika
begini maka kamu hanya tinggal kembali memilih ulang pengembaraan kamu di dunia
ini
Ingin
Terhenti atau Berhenti,,,,hai sang pengembara dunia?
on
Sept, 4 2016 at 10. 59 wib