Senin, 26 Oktober 2015

ALIF LAM MIM



Karena ALIF LAM MIM
Ayat ini adalah ayat pertama pada surat Al-Baqarah yang tidak seorang pun tahu apa makna yang terkandung didalamnya. Hanya allah yang dengan segala kekuasaannya yang Maha Tahu. Ia adalah sumber segala jawaban yang tak kita ketahui di muka bumi ini bahkan Allah ada sumber utama browsing kita.

Pukul 08.00 wib motor Yamaha Gt merahku sudah terpacu 40 km/jam menuju tempat yang sudah kami janjikan. Yaitu Holiday 88 tepatnya bioskop yang baru pertama kali aku masuki. Biasanya aku hanya mengenal bioskop di SKA, MP mall sekarang ada bioskop lain yang baru aku kenal karena “ALIF LAM MIM”. Niat yang terurung untuk tidak membeli tiket akhirnya berhasil dikalahkan oleh rayuan maut sahabat-sahabatku di UR Cendikia terutama peran siadinda kecilku “Dea”. Ia yang terus memaksaku, dan bersedia membayarkan 1 tiket untukku. Sebenarnya rasa ingin menontonku juga tinggi tetapi timingnya tidak tepat yaitu saat kondisi dompetku berada dikondisi kanker dan ditanggal tua. Hanya tersisa Rp60.000. jiak idpikir-pikir untuk membeli 1 kursi dibioskop seharga Rp 50.000 maka hanya tertinggal Rp 10.000 saja didompet lusuhku yang entah kapan aku mampu untuk menggantinya dan menyimpan rapi semua nota-nota bukti pembelanjaan bulananku. Hmmm,,,,pikiranku semakin mengacau dalam kondisi begini, terlalu banyak keinginan yang ingin segera terpenuhi namun kondisi dan timingnya yang selalu tidak pada posisinya.

Hampir 30 menit ber Wa bersama dea dan akhirnya aku memutuskan untuk memilih Alif Lam Mim dan membatalkan jadwal persiapan Seminar matakuliahku. Dengan semangat menggebu kami sudah berada diposisi kursi kami masing-masing pada pukul 08.45 menit, perlu dilema juga dalam perjalanan kami. Karena harus tersasar dan memutari jalan yang sama untuk menemukan lokasi bioskop yang kami tuju. Dengan bermodal google map yang akhirnya begitu membantu untuk menemukan lokasi yang kami tuju. Terimakasih Google map lirihku meledek sahabatku yang sepanjang perjalanan tak pernah lepas memandang pada layar Tabnya, heheheh,,,,

Alif Lam Mim masih belum diputar hingga jam menunjukkan pukul 09.00 wib baru diputar ketika pukul 09.15 wib dan semua kursiterisi ramai. Baru kali ini aku saksikan semua yang berada dibioskop menggunakan pakaian yang syar’I alis menutup aurat bahkan posisi antara lelaki dan perempuan begitu dipisahkan. Subahanallah panitia yang tergabung dalam Komunitas Pecinta Film Islam atau KOPFI Pekanbaru begitu mempersiapkan dengan matang demi lancarnya penayangan perdana Alif lam Mim.  Sempat terpikir bagiku apa maksud Alif Lam Mim dalam film ini,, apakah menggambarkan 3 sosok orang yang memiliki karakter yang berbeda atau yang lainnya, yang penting aku selalu menerka-terka apa yang belum aku sajikan. Disinilah bentuk penasaranku dan kesabaranku pada sebuah film,, aku selalu ingin lebih tahu jalan skenarionya seolah-olah aku berperan sebagai sutradara kemudian dengan bangganya aku akan kembali menceritakan kepada semua teman-temanku dengan berbagai ekspresi dan mimic yang akan membuat mereka tertarik untuk mendengarkannya. Hehehe caranya sedikit memaksa.
Alif Lam Mim ternyata sebuah film yang bergenre action. Disutradarai oleh Arie Untung yang  juga terkenal sebagai presenter terkenal disetiap acara baik RCTI, SCTV, ANTV dan TV lainnya. Alif Lam Mim adalah sebuah film yang menceritakan tentang kehidupan masa depan Indonesia 2036 yang akan datang. Jika dihitung-hitung usiaku berada dalam 42 tahun saat 2036 itu. Film yang memunculkan 3 sosok sahabat yang berasal dari 1 desa, 1 perguruan bela diri.
Alif sosok ini diperankan seorang Indo, berpikir selalu tegas, lurus dan selalu membrantas setiap bentuk kejahatan. Masa lalunya yang memaksanya memasuki agent khusus dipemerintahan saat itu. Masa lalu yang telah menewaskan kedua orang tuanya dan hanya meninggalkan ia seorang diri membuatnya selalu mencari sang pembunuh keluarganya.
Lam adalah sosok penengah diantara Lam dan Mim. Seorang penulis disebuah kabar berita Liberisai. Ia adalah wartawan yang selalu menulis dengan pandangan kebenaran dan tidak mementingkan kebohongan disetiap berita yang ia rilis. Sosok yang bijaksana sebagai seorang ayah dan suami. Ia juga pandai dalam hal Bela diri.
Mim adalah sosok pemuda yang memilih jalur untuk khusnul khotimah yaitu dengan membangun sebuah pesantren. Bisa dikatakan bahwa Mim yang paling sederhana dari 2 sahabat lainnya.

Ditahun 2036 kehidupan diindonesia sudah memasuki era liberalism, kehidupan begitu bebas dimana-mana, senjata tajam dilarang untuk digunakan, hanya boleh menggunakan senjata karet, dan setiap orang dituntut untuk mengusai seni bela diri. Jikalah asas liberalisme sudah diterapkan maka tidak ada lagi aturan yang menjadi pegangan utama bagi setiap orang, bahkan agama pun akan dikesampingkan. Dan seolah-olah asas liberalism ini adalah asas terbaik untuk menciptakan kedamaian yang selama ini dinginkan. Apalah arti kebebasan jika masih ada perbedaan dan minoritas terhadap rakyat berjubah besar, terhadap segelintir orang yang masih melakukan shalat yang masih memiliki Tuhan dijiwanya, yang masih menggunakan jilbab dan busana gamisnya, yang masih setia merapatkan setiap barisan-barisan shafnya dalam shalatnya. Apakah itu arti kebebasan selama ini ?? apakah itu arti kebebasan jika kita dilarang untuk menganut sebuah kepercayaan, dimana kita meyakini hanya dalam islam kita menemukan kedamaian???
Alif Lam Mim memberikan gambaran bahwa tantangan kehidupan kita kedepannya lebih keras dan lebih kejam terutama hal yang berbau agama terkhususnya islam. Dalam film ini islam seolah-olah islam menjadi ancaman besar dalam Negara,bahkan menjadi topik pencarian dimesin utama para polisi dinegara yang katanya menganut asas liberalis itu.
Alif Lam Mim menggabungkan 3 karakter yang benar-benar saling berbeda namun pada ujungnya membela satu jalan kebenaran yaitu islam. Di tahun 2036, islam menjadi kaum minoritas yang selalu membuat kekacauan dimana-mana,menyebabkan ledakan, menyebabkan pertengkaran, bahkan terkadang mereka yang memiliki jabatan tinggi mengkambinghitamkan islam dengan dalih “ sekumpulan kaum agamais yang ingin menentang Negara “
 Alif lam mim begitu mengajarkan kepada kita serta menyadarkan kita yang katanya peduli tentang islam,, bahwa islam itu selalu menjunjung kebenaran, tidak pernah ada ajaran untuk menjadi teroris yang mengancam kedamaian Negara bahkani islam itulah yang mengajarkan sumber kedamaian itu. Dengan mengenal Tuhan yang memiliki setiap jalur hati manusia, yang mendengar setiap keluh kesah manusia,yang menjawab doa setiap hamba-hambanya serta yang selau memberikan ketenangan kepada jiwa-jiwa yang mudah rapuh dan galau itu. Bukan islam sumber kekacaaun yang terjadi didunia namun karena tanpa agamalah penyebab kekacauan itu.

Alif Lam Mim mengajarkan kepada kita untuk mengenal islam secara syumul, mendalami dan mencintai islam dengan sebaik-baiknya serta rela membela islam dalam kondisi apapun. Alif lam mim juga memberikan makna tersirat bahwa hanya orang-orang yang beriman sajalah yang akan tetap berada dijalan yang diridahi Allah itu yaitu islam. Hanya orang yang tetap mengedepankan tuhanlah yang akan tetap istiqomah berada dijalan-Nya.
Ali Lam mim mengajarkan kepada kita mengapa didalam shalat kita harus selalu merapikan dan merapatkan shaf??? Karena didalam rapatnya shaf akan terbentuk ikatan saling kepercayaan, shaf yang tidak rapi mudah sekali untuk disusupi oleh orang-orang yang memiliki niat yang buruk. Karena dalam Alif lam mim menceritakan tentang kelengahan seorang ulama untuk selalu merapikan dan merapatkan barisan sehingga masuklah penyusup yang berhasil menjebak dan membuat citra buruk pesantren. Sekali lagi Alif lam mim membuka mata kita bahwa selalu ada golongan-golongan yang akan menjadi musuh umat islam baik yang dekat maupun yang jauh. Oleh karena itu “islam itu dulunya asing dan akan kembali asing, maka berbanggalah kita yang menjadi asing karena golongan yang asing inilah yang Allah jamin berada dalam jalan yang diridhai Allah swt”.

Dimasa yang akan berada dizaman liberalism kemampuan bela diri harus kita kuasai, kemampuan akan dunia Iptek juga harus kita kuasai dengan sebaik-baiknya. Sosok Alif dan Mim yang tak pernah satu pemikiran selalu disatukan dengan kedewasaan dan kelembutan jiwa sosok Lam. Bahkan meski harus mengorbankan jiwa istri tercintanya ia lebih memilih kedua sahabatnya untuk membuktikan sebuah keebenaran, untuk menegakkan kebenaran dimuka bumi yang tak mengenal Tuhan itu.
So,,,saya merekomendasikan film ini,,ajaran bagi kita untuk tetap meletakkan Allah diposisi yang paling atas.
Islam muncul dalam keadaan asing, dan ia akan kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah orang-orang yang terasingkan itu.” (HR. Muslim no. 208).
Serta aka nada masa dimana kita sulit untuk membedakan mana yang benar dan salah,maka hanya kepada tuhan kita meminta petunjuk…
Selamat menyaksikan ALIF LAM MIM SOBAT,,,,,,
SEMOGA KITA ISTIQOMAH DIJALAN-Nya.

Kamis, 15 Oktober 2015

(NUANSA SYURGA PPL @IBs



BAHAGIA BERSAMA MEREKA
                           


Siapa yang tidak mengenal dengan istilah ppl dikalangan mahasiswa fakultas pendidikan ? yang saat ini hampir seluruh mahasiswa diuniversitas mengenal dan bahkan hafal dengan maksud istilah ppl itu.
Ya istilah ppl ada yang mengartikan sebagai praktik pengalaman lapangan yang artinya dalam hal ini sesuai jurusan masing-masing langsung turun kelapangan. Jurusan guru dengan langsung mengajar seolah-olah menjadi guru yang sudah sertifikasi. Dan segala profesi lainnya.

Hari pertama mulai terikat dengan istilah ppl ini sejak tanggal 12 oktober 2015. Sebelum jam 08.00 wib seperti mahasiswa baru dengan semangat yang menggebu aku sudah berada didepan hotel mona. Tempat yang telah kami janjikan untuk berkumpul dalam penyambutan dan serah terima rombongan ppl kami. Dengan menggunakan seragam hitam putih, dan dilapisi dengan baju kebANggaan universiTAs kami yaitu  almamater biru langit, jilbab hitam dilengkapi masker merah menutupi sebagian wajahku untuk menghindari debu dan asap yang sudah hampir 2 bulan mengurung udara segar di kota pekanbaru.

Yamaha merahku sudah ku standbykan sejak pagi,, dipanasi agar mesinnya berlari dengan baik dan kencang, meskipun perut hanya diisi oleh 2 helai roti tawar+ selai srikaya sewaktu sahur namun tak memudarkan semangatku untuk siap stay di sekolah hingga jam 16.00 wib sesuai perjanjian dengan kepala sekolah.

Akhirnya,seperti sudah menjadi tradisi jam karet. Waktu berkumpul jAM 8 kurang namun semua rombongan hadir baru di jam 8 lewat. Tanpa dikomandai seorang ketua, dengan 7 motor kami berangkat menuju sekolah. Namanya Al Ihsan Boarding School (IBS). Dari namanya saja sudah terlihat ini bukan seperti layaknya sekolah umum seperti biasanya, ya sekolah ini kombinasi antara sekolah umum dan sekolah IT (Islam Terpadu. Konsep sekolah bernuansa islam akhir-akhir ini menjadi booming. Ya orang tua mana yang tidaK menginginkan anaknya menjadi seseorang yang sholeh dan sholehah. Selain ilmu dunia kita juga perlu memperhatikan ilmu agama. Yang kedua ilmu tersebut merupakan kunci masuk syurga. Bukannya banyak sekali hadist yang mengatakan bahwa jika engkau ingin masuk syurga maka berilmulah.  Ya topik tentang ilmu memang mendapatkan perhatian yang khusus,

Back to my stories @ppl Ibs
Awal berangKAt terkesan perjalanan menuju sekolah ini lama memerlukan 30-40 menit itupun dengan kecepatan 40-45 km/jam waktu observasi. Sengaja dihari pertama ini, si merah ku gas dengan gaya santai seolah-olah tidak ada hal yang buru-buru ku kejar, ya karena aku baru tahu, penyambutan baru dmulai dijam 10.00 wib sedangkan kami dengan semangat hari pertama sudah berangkat menuju sekolah dari jam 08.30 wib.  Masih ada waktu 1.30 menit lagi bersantai menugu jam penyambutan.
Ya cara terampuh untuk mengulur waktu menunggu dengan mengurangi laju kendaraan sepeda motorku.

***08.50 wib kami tiba diIbs, seperti biasa belum ada penyambutan dari guru-guru disini.eits,,,lupa sekedar informasi ini,, untuk sekolah-sekolah IT biasanya bukan guru-guru tetapi memanggilnya ustad untuk guru laki-laki dan ustazah untuk guru perempuan.teduhnya ketika santri-santri memanggil ustadzah berasa di taman syurga berasa kita  adalah orang-orang yang benar-benar alimm tentang soal agama. subhanaAllah mulia sekali orang-orang yang memang pantas mendapatkan gelar ustadz dan ustadzah.

Rombongan kami  terpusat untuk mengajar ditingkat Smp, Dengan 10 Akhwat dan 1 Ikhwan. Pertemuan pertama ini dibuka langsung oleh wakakur (wakil kepala kurikulum) yaitu Ustadz Iskandar. Seperti biasa acara penyambutan, diawali dengan tilawah kemudian diisi dengan sambutan-sambutan. Sambutan pertama disampaikan oleh kepala sekolah SMP IT AL-IHSAN BOARDING SCHOOL, yaitu ustadz Asmar, kemudian sambutan kedua disampaikan oleh dosen pembimbing ppl kami yang dalam hal ini diwakili oleh dosen jurusan biolagi bapak Dr. Iamam Mahadai. Dan sambutan terhir barulah disampaikan oleh Ustadz Helmi Hidayat, St selaku wakil direktur yayasan Ibs ini.

Bermula dari jam 10.15 wib dan berakhir di pukul 11.15 wib. Sungguh terkesan berbeda ketika kita berada disekolah umum dan sekolah yang berbasis islami ini. Segala garak gerik, model pakaian, style mengajar, gaya bicara cara sholat semua didesain dengan serapi-rapinya, dan sebagai pendatang baru, aku dan kawan-kawan yang lainnya sperti terlihat begok,,,alias linglung dengan nuansa ini. Ya semua kan sudah diatur,, dan kita harus mengikuti apa yang telah ditetapkan disekolah ini. Tidak lupa pula begitu indahnya sekolah ini, ustadz-ustadz sangat menjaga pandangan mereka, tidak suka menatap ketika berbicara kepada ustadzah-ustadzah disini.
Seperti dalam qs,,,
Yang artinya “ tundukkan lah pandangan-pandangan matamu dan kemaluanmu.”
Begitu pula ustadzah-ustadzah disini. Nuansa ini benar-benar nuansa syurga. Dan disini adalah orang-orang yang begitu menjaga adab-adab islam dalam kehidupan mereka. SubhanaALLAH,, indahnya berada dilingkungan yang menuntun kita untuk selalu mengingat Allah disetiap waktu kita.
Setiap guru selalu diingatkan dan bahkan sudah dianjurkan untuk menyempatkan sholat Dhuha ketika hendak  beraktivitas, atau bahkan terkadang kami mahasiswa PPL dimuhasabah sebelum mulai jam pengajaran. Semua totalitas berlandaskan islam,, semua totalitas menerapkan ajaran-ajaran islam.
Bahkan rasanay hati-hati kami teduh ketika mata-mata yang biasa melihat baju you can see, kini melihat baju-baju tertutup berlengan panjang serta bertudung labuh. Selalu membawa Al-Quran ditangan mereka dan tak pernah berhenti bibir mereka melafalkan ayat-ayat AL-Quran.