Jumat, 11 September 2015

MASIH DIPERTANYAKAN ???



MASIH DIPERTANYAKAN ???????
  Masih dipertanyakan ??

Ketika membacanya pun kita dibuat binggung kenapa harus berjudul “ masih dipertanyakan”???
Sebuah judul yang pastinya menggantung ,,,, tidak ada ujung dari pertanyaannya.  Bahkan semakin menimbulkan  deretan pertanyaan yang lain ,,
Pertanyaan apa yang masih dipertanyakan ???
Sepertinya tak kan usai cerita ini jika terfokus kepada judul tebal yang di merahkan itu…
 Aku pun binggung untuk menjawabnya ,,, judul itu yang mengalir saja di otak ku kemudian saraf otak ku pun menuntun ku untuk menuliskan dikeyboard yang berada di hadapanku. Sembari melepas letih memikirkan seminar yang tak kunjung selesai. Buka sana buka sini pergi keperpus unri pergi keperpus teknik tak kunjung juga selesai seminar ku…. Padahal bukan lah sesuatu yang tebal sekali. Paling tebal hanya berkisar 38 halaman,,,, tetapi mampu membuat ku seperti orang yang kekurangan gizi,,,, alias kurus banaet. Padahal emang dari sana nya sejak lahir Allah menitipakn badan yang kecil ini sampai usia ku sekarang menginjak 22 tahun…..
Usaha untuk menggemukkan badan pun tak pernah ku lewatkan,,, tapi hasilnya begini lah ,,,,hihi ringisku sok imut pada wajah-wajah mereka yang selalu meledekku si kecil dan si kurang gizi… Astagfirullah ulas ku mengelus dada


Masih kembali pada statement kenapa “ masih dipertanyakan ??””
Iy loh,,,kenapa kok masih dipertanyakan. Adakah yang salah dari judul ku ???
Kenapa masih dipertanyakan ?? biarkanlah judul itu kini menggantung di title yang ku bold…. Karena menurutkan masih banyak hal yang sampai saat ini masih dipertanyakan walaupun sebelumnya tidak pernah di sibukkan dan tak pernah di usik.

Topic terhangat di era 2015 ini ya membahas hal-hal yang sewajarnya tak perlu di tanyakan bahkan tak perlu lagi diragukan… tettapi tetap saja judul tulisanku mewakili nya ….. ya “” hal itu akan tetap masih dipertanyakan””

Seolah-olah “its something specially to debating””
Hm,,,,,, elusku kepada kepalaku yang tak menunjukkan gatal tetapi rasanya ingin digaruk. Heran dengan berbagai keusilan-keusilan dari kelompok-kelompok yang tak kunjung diam melihat kedamaian terjadi dimana-mana.
Ya
Sekali lagi sepertinya perlu kita tegaskan “its likely something specially to debating “”

Sesuatu yang hangat dan mengorek gelora kita untuk berdebat,,,,,padahal kita dianjurkan untuk sebisa mungkin menjauhi debat…karena kebiasaan berdebat akan berujung dengan bujukan emosi yang tentunya kita tahu semakin membuat makhluk Tuhan Seperti syeitan semakin riang gembira bukan ???

Lah trus semakin penasaran gag dengan salah satu hal yang masih di pertanyakan itu ??
Hehe,,,, kita buka-buka saja dalam tulisan ini ya
Sengaja tulisan ini dituliskan sebagai pengingat terutama bagi kita yang perempuan yang masih ragu akan hakikatnya sebagi seorang wanita muslimah ?
 That’s right,,, topic kita tidak jauh-jauh dari masalah “ JILBAB “”
 Wah,,,,,tri semakin gairah ini menekan tombol keyboard yang semakin kencang menimbulakn suara **klik*klik * akibat setiap huruf yang tri tekan.

Salah gag sih tri menuliskan judul dalam edisi curhatan kali ini dengan istilah “ MASIH DIPERTANYAKAN?”
Kayaknya gag salah dech,,,, hehe uuppppsss tri jadi ngebelaiin diri sendiri ini.
Alhamdulillah hari ini tri mau berbagi ilmu yang udah tri dapatkan dalam kajian hari ini.
Ya tentang jilbab,..
Banyak yang mempertanyakan bahkan memasang wajah terheran alias penuh tanda Tanya yang muncul dikepalanya ketika melihat perempuan dengan busananya yang panjang melewati mata kaki dan menggunakan jilbab yang menjuntai menutupi dada dan pinggang mereka .
 Wah kalau tri melihat statement diatas mungkin geleng-geleng kepala kali ya ,,, hihi soalnya lucu aja kenapa hal –hal yang sudah pasti ada perintah yang diturunkan seolah-olah menjaid bahan yang patut dipertanyakan.
Cobe dech teman-teman buka tu Al-Quran nah insya Allah teman-teman yang masih meragukan perintah tentang berjilbab akan menemukan bukti perintah Berjilbab bagi para muslimah.

Kemudian mari kita coba renungkan bersama-sama
Menurut teman- teman tri (eh yang mengaku tri temannya ya,,,heheheh)
Jika kita dihadapkan kepada dua contoh
1.     Perempuan dengan rok mini dan baju seksinya
2.    Perempuan dengan tudung labuhnya atau dengan cadarnya

Menurut teman-teman siapa yang pada saat ini hangat untuk diperbincangkan ??

Nah jawabannya  tentu yang nomor  2
 Kenapa harus nomor 2 yang kembali lagi “ Masih di pertanyakan?”
Jawabannya karena mata-mata kita sudah terbiasa melihat seliwiran perempuan bahkan remaja remaja dengan busana seperti yang tri sebutkan pada topic nomor 1.
Bahkan kita pun sudah terbiasa menonton tanpa komentar dan tanda Tanya akan adegan ftv yang tanpa sensor menunjukkan scene berpegangaan tangan dengan lawan jenisnya, memakai rok mini bahkan adegan lainnya yang seharusnya di dalam islam belum boleh sebelum kata MUHRIM itu ada..

Ya jawabannya hanya satu “ mata kita terlalu lama dan sudah biasa memandang hal yang demikian “
Teman-teman setujukan dengan peribahasa ini “ hafal kaji karena sering diulang “ ala bisa karena terbiasa””
Sama dengan peribahasa itu karena keterbiasaan kita yang disuguhkan tayangan-tayangan yang mempertontonkan auratnya kita pun tak lagi mempertanyakan masalah tersebut.

Kini tiba giliran mata kita disajikan dengan hal yang asing bahkan jarang kita lihat di kehidupan kita bermasyarakat.
Ya wanita dengan jilbab besar,, wanita dengan baju gamisnya serta dengan cadarnya.. seolah -0lah itu fenomena terbaru yang langsung hitzzzzz untuk kita gunjingkan kesana kemari.

Bahkan terkadang bisa kita dengar ada yang mengatakan
“ anuh itu hamil ya ,,,kok jilbabnya dalem banget (alias besar banget) padahal di awal kuliah dia gag berjilbab sama sekali?”
 Wah ini pertanyaan kayaknya gag diproses dan disusun dengan baik mungkin ya,,, heheh kok jadi tri yang sensi ya maaf y teman-teman yang masih setia membaca tulisan tri. Kayaknya tri BAPERLAH heheh

Sekali lagi seorang ustadzah mengatakan bahwa “HIDAYAH ITU MAHAL,, MAKA PERTAHANKAN HIDAYAH YANG SUDAH KITA DAPATKAN”
 Ya kita sebagai umat muslim harus percaya bahwa hidayah itu bisa mengampiri siapa saja dan kapan saja atas izin yang kuasa. Aku yang dulunya tak berjilbab,, aku yang dulunya memakai celana pendek kemana juga kini memakai jilbab. Sesuatu banget bukan hidayah Allah tri rasakan di bangku-bangku perkuliahan. Alhamdulillah
Semoga teman-teman pun demikian segera menemukan hidayah akan ketenangan dengan menggunakan jilbab itu.

Jika masih ada yang mempertanyakan kenapa harus berjilbab ,, kenapa harus menutup aurat,,, kenapa harus bercadar.
Maka ukhti-ukhti dan teman-teman jangan ragu
Kita bisa menjawab dengan bangga seperti ini
“ maka selayaknya kita bersyukur dan mengucapkan terimakaish kepada setiap wanita yang menutup auratnya. Karena mereka sudah mengurangi pandangan dosa-dosa dari suami kita, anak laki-laki kita, ayah kita dan mata laki-laki lainnya”
Sehingga kepada kita yang masih ragu untuk berjilbab mari mulai berhijrah untuk menutup aurat. Mari sempurnahkan apa yang telah Allah diperintahkan seperti dalam firman nya Qs. Al-Ahzab : 59



SELAMAT BERHIJRAH TEMAN-TEMAN……
SALAM HANGAT



Tidak ada komentar: