MASIH
DIPERTANYAKAN ???????
Masih dipertanyakan ??
Ketika membacanya pun kita dibuat binggung
kenapa harus berjudul “ masih dipertanyakan”???
Sebuah judul yang pastinya menggantung
,,,, tidak ada ujung dari pertanyaannya. Bahkan semakin menimbulkan deretan pertanyaan yang lain ,,
Pertanyaan apa yang masih dipertanyakan
???
Sepertinya tak kan usai cerita ini jika
terfokus kepada judul tebal yang di merahkan itu…
Aku
pun binggung untuk menjawabnya ,,, judul itu yang mengalir saja di otak ku
kemudian saraf otak ku pun menuntun ku untuk menuliskan dikeyboard yang berada
di hadapanku. Sembari melepas letih memikirkan seminar yang tak kunjung
selesai. Buka sana buka sini pergi keperpus unri pergi keperpus teknik tak
kunjung juga selesai seminar ku…. Padahal bukan lah sesuatu yang tebal sekali. Paling
tebal hanya berkisar 38 halaman,,,, tetapi mampu membuat ku seperti orang yang
kekurangan gizi,,,, alias kurus banaet. Padahal emang dari sana nya sejak lahir
Allah menitipakn badan yang kecil ini sampai usia ku sekarang menginjak 22
tahun…..
Usaha untuk menggemukkan badan pun tak
pernah ku lewatkan,,, tapi hasilnya begini lah ,,,,hihi ringisku sok imut pada wajah-wajah
mereka yang selalu meledekku si kecil dan si kurang gizi… Astagfirullah ulas ku
mengelus dada
Masih kembali pada statement kenapa “ masih dipertanyakan ??””
Iy loh,,,kenapa kok masih dipertanyakan. Adakah
yang salah dari judul ku ???
Kenapa masih dipertanyakan ?? biarkanlah
judul itu kini menggantung di title yang ku bold…. Karena menurutkan
masih banyak hal yang sampai saat ini masih dipertanyakan walaupun sebelumnya
tidak pernah di sibukkan dan tak pernah di usik.
Topic terhangat di era 2015 ini ya
membahas hal-hal yang sewajarnya tak perlu di tanyakan bahkan tak perlu lagi
diragukan… tettapi tetap saja judul tulisanku mewakili nya ….. ya “” hal itu
akan tetap masih dipertanyakan””
Seolah-olah “its something specially to debating””
Hm,,,,,, elusku kepada kepalaku yang tak
menunjukkan gatal tetapi rasanya ingin digaruk. Heran dengan berbagai
keusilan-keusilan dari kelompok-kelompok yang tak kunjung diam melihat
kedamaian terjadi dimana-mana.
Ya
Sekali lagi sepertinya perlu kita tegaskan
“its likely something specially to
debating “”
Sesuatu yang hangat dan mengorek gelora
kita untuk berdebat,,,,,padahal kita dianjurkan untuk sebisa mungkin menjauhi
debat…karena kebiasaan berdebat akan berujung dengan bujukan emosi yang
tentunya kita tahu semakin membuat makhluk Tuhan Seperti syeitan semakin riang
gembira bukan ???
Lah trus semakin penasaran gag dengan
salah satu hal yang masih di pertanyakan itu ??
Hehe,,,, kita buka-buka saja dalam tulisan
ini ya
Sengaja tulisan ini dituliskan sebagai
pengingat terutama bagi kita yang perempuan yang masih ragu akan hakikatnya sebagi
seorang wanita muslimah ?
That’s right,,, topic kita tidak
jauh-jauh dari masalah “ JILBAB “”
Wah,,,,,tri
semakin gairah ini menekan tombol keyboard yang semakin kencang menimbulakn
suara **klik*klik * akibat setiap huruf yang tri tekan.
Salah gag sih tri menuliskan judul dalam
edisi curhatan kali ini dengan istilah “ MASIH
DIPERTANYAKAN?”
Kayaknya gag salah dech,,,, hehe uuppppsss
tri jadi ngebelaiin diri sendiri ini.
Alhamdulillah hari ini tri mau berbagi
ilmu yang udah tri dapatkan dalam kajian hari ini.
Ya tentang jilbab,..
Banyak yang mempertanyakan bahkan memasang
wajah terheran alias penuh tanda Tanya yang muncul dikepalanya ketika melihat
perempuan dengan busananya yang panjang melewati mata kaki dan menggunakan
jilbab yang menjuntai menutupi dada dan pinggang mereka .
Wah
kalau tri melihat statement diatas mungkin geleng-geleng kepala kali ya ,,,
hihi soalnya lucu aja
kenapa hal –hal yang sudah pasti ada perintah yang diturunkan seolah-olah
menjaid bahan yang patut dipertanyakan.
Cobe dech teman-teman buka tu Al-Quran nah
insya Allah teman-teman yang masih meragukan perintah tentang berjilbab akan
menemukan bukti perintah Berjilbab bagi para muslimah.
Kemudian mari kita coba renungkan
bersama-sama
Menurut teman- teman tri (eh yang mengaku
tri temannya ya,,,heheheh)
Jika kita dihadapkan kepada dua contoh
1.
Perempuan dengan rok mini dan baju seksinya
2.
Perempuan dengan tudung labuhnya atau dengan cadarnya
Menurut teman-teman siapa yang pada saat
ini hangat untuk diperbincangkan ??
Nah jawabannya
tentu yang nomor 2
Kenapa
harus nomor 2 yang kembali lagi “ Masih di pertanyakan?”
Jawabannya karena mata-mata kita sudah
terbiasa melihat seliwiran perempuan bahkan remaja remaja dengan busana seperti
yang tri sebutkan pada topic nomor 1.
Bahkan kita pun sudah terbiasa menonton
tanpa komentar dan tanda Tanya akan adegan ftv yang tanpa sensor menunjukkan
scene berpegangaan tangan dengan lawan jenisnya, memakai rok mini bahkan adegan
lainnya yang seharusnya di dalam islam belum boleh sebelum kata MUHRIM itu
ada..
Ya jawabannya hanya satu “ mata kita
terlalu lama dan sudah biasa memandang hal yang demikian “
Teman-teman setujukan dengan peribahasa
ini “ hafal kaji karena sering diulang “ ala bisa karena terbiasa””
Sama dengan peribahasa itu karena
keterbiasaan kita yang disuguhkan tayangan-tayangan yang mempertontonkan
auratnya kita pun tak lagi mempertanyakan masalah tersebut.
Kini tiba giliran mata kita disajikan
dengan hal yang asing bahkan jarang kita lihat di kehidupan kita bermasyarakat.
Ya wanita dengan jilbab besar,, wanita
dengan baju gamisnya serta dengan cadarnya.. seolah -0lah itu fenomena terbaru
yang langsung hitzzzzz untuk kita gunjingkan kesana kemari.
Bahkan terkadang bisa kita dengar ada yang
mengatakan
“ anuh itu hamil ya ,,,kok jilbabnya dalem
banget (alias besar banget) padahal di awal kuliah dia gag berjilbab sama
sekali?”
Wah
ini pertanyaan kayaknya gag diproses dan disusun dengan baik mungkin ya,,,
heheh kok jadi tri yang sensi ya maaf y teman-teman yang
masih setia membaca tulisan tri. Kayaknya tri BAPERLAH heheh
Sekali lagi seorang ustadzah mengatakan
bahwa “HIDAYAH ITU MAHAL,, MAKA
PERTAHANKAN HIDAYAH YANG SUDAH KITA DAPATKAN”
Ya kita
sebagai umat muslim harus percaya bahwa hidayah itu bisa mengampiri siapa saja
dan kapan saja atas izin yang kuasa. Aku yang dulunya tak berjilbab,, aku yang
dulunya memakai celana pendek kemana juga kini memakai jilbab. Sesuatu banget
bukan hidayah Allah tri rasakan di bangku-bangku perkuliahan. Alhamdulillah
Semoga teman-teman pun demikian segera menemukan
hidayah akan ketenangan dengan menggunakan jilbab itu.
Jika masih ada yang mempertanyakan kenapa
harus berjilbab ,, kenapa harus menutup aurat,,, kenapa harus bercadar.
Maka ukhti-ukhti dan teman-teman jangan
ragu
Kita bisa menjawab dengan bangga seperti
ini
“ maka selayaknya kita bersyukur dan
mengucapkan terimakaish kepada setiap wanita yang menutup auratnya. Karena
mereka sudah mengurangi pandangan dosa-dosa dari suami kita, anak laki-laki
kita, ayah kita dan mata laki-laki lainnya”
Sehingga kepada kita yang masih ragu untuk
berjilbab mari mulai berhijrah untuk menutup aurat. Mari sempurnahkan apa yang
telah Allah diperintahkan seperti dalam firman nya Qs. Al-Ahzab : 59
SELAMAT BERHIJRAH TEMAN-TEMAN……
SALAM HANGAT

Tidak ada komentar:
Posting Komentar