“Suara hati yang meraung “
Trisya,,,,, trisya... suara ibu kembali
terdengar setelah 2 menit panggilan pertamanya tak mendapatkan respon.
Kejadiannya pun masih sama 2x panggilannya tak ada respon sama sekali dari
kamarku.
Hingga sekali lagi ia mencoba untuk ketiga
kalinya memanggilku dari lorong dapur,, trisya,,,,trisyaa,,,,,,,,kamu dengar
nak ???
Dalam waktu 1 menit masih tak ada
tanda-tanda terdengar suara,, namun pada detik ke tigapuluh aku baru merespon
panggilan ibu dari kamarku.
Iya ibu,,,,,maaf tadi trisya sedang mandi.
Jadi tidak menjawab panggilan ibu, kan ibu yang bilang kita dilarang berbicara
di kamar mandi, jadi trisya menunggu sampai trisya selesai mandi. (sambil
mengusap-usap rambut yang basah karena keramas)
Ada apa ibu,,,,??
Tolong ibu. Tunggu sup kerang ini
ya,,,semua bumbu sudah ibu masukkan tinggal kamu rasakan pas atau tidak
rasanya, lalu sETELah masak hidangkan di meja makan ya,ibu ada keperluan sebentar
kerumah ibu Ani.
Wah,,,ini sup kesukaanku,, ok ibu
siaaapppp menjalankan perintah.
** 30 menit berlalu akhirnya tersaji juga
sup kerang dimeja makan,, semakin membuatku tak tahan menahan selera padahal
jam makan malam belum tiba masih ada 2 jam lagi. Ah,,,sepertinya kalau untuk
mencoba 1 mangkuk saja ibu takkan tahu(pikirku)
Sedaaapnya,,,,,emang masakkan ibu yang
terbaik. Ini semakin menambah semangatku untuk menulis targetanku malam ini
berbicara pada diriku sendiri. Ya inilah diriku yang memiliki pekerjaan
sambilan. Pekerjaanku menulis sebuah novel yang sudah dalam minggu ini terbengkalai
karena kesibukkanku dalam menyiapkan seminar kuliah, untung saja mbak dinda
mengundur deadline pengumpulan naskah 3 hari lagi. Jadi aku harus ekstra keras
malam ini.
Pukul 20.00 wib
Semua aktivitasku baru ku mulai dimalam
hari. seisi rumah tahu bagaimana kebiasaanku,mereka takkan pernah melihat aku
memulai pekerjaan sebelum shalat isya selesai kami tunaikan. itulah prinsip
yang selama ini aku pegang. Bagiku terasa tenang jika semua ibadah sudah
dilakukan sehingga bisa focus pada pekerjaan lainnya. Aku sibuk dengan
naskah-naskahku, adikku lia sibuk dengan PR-PR yang akhir-akhir ini
mengkungkungnya dimalam hari menyita sedikit waktu tidurnya. Sedangkan ayah dan
ibu mereka akan istirahat total di kamar,,, karena seharian sudah bekerja di
kantor.
Maka hanya akulah yang bertahan mengisi
senyapnya malam hingga jam 2 dini hari mengetik satu persatu kata-demi kata
menjadi sebuah naskah cerita yang siap untuk dibukukan. Aku berharap malam ini aku
mampu menyusun emosi hatiku agar cerita yang ku tuliskan lebih menjiwai untuk di
baca dan menimbulkan kesan kepuasaan bagi setiap yang membaca.
Sekali lagi aku perkenalkan namaku adalah
Trsiya,,,,aku saat ini kuliah di fakultas sastra dan sedang duduk di semester 7
semester dimana aku mulai memikirkan seminar dan skripsiku, cita-citaku menjadi
seorang novelis. Bakat ini sudah ku tekuni sejak SMP dan kini aku sudah bekerja
sambilan dimana aku memproduksi novel-novelku.
“SUARA
HATI YANG MERAUNG”
Novel ini bercerita tentang seorang
aktivis yang bergelut dibidang organisasi kampus, dari semester awal sampai
saat ini ia tak pernah lepas dari organisasinya, ia gadis yang begitu ceria,
dan terkadang ia terkenal usil dan pengganggu namun sifat inilah yang mampu
membuat temannya selalu tertawa damai bersamanya. Sebut saja namanya “Syani”
Syani saat ini berada di tingkat akhir,
selalu berkecimpung dalam kesibukkan organisasi tak menghambat syani untuk
cepat menyelesaikan kuliahnya dalam kurun waktu 3 tahun 8 bulan. Bagi seorang
yang memilih jurusan IPA itu adalah suatu hal yang sangat luar biasa.
Suara siulan pagi ini terkesan berbeda,,,
terdengar jelas ini adalah suara siulan Syani, tetapi lagu yang dibawakannya
tidak seperti genre lagu yang biasanya. Ini bergenre tentang cinta. Mungkinkah
syani sedang jatuh cinta?
Jawaban itu mudah sekali untuk di
temukan,, syani adalah sosok gadis yang terbuka tidak ada yang tertutupi dari
kepribadian Syani,, ia memiliki sahabat terbaik tempat ia mencurahkan semua apa
yang ia rasakan. Dan ia mengaku akhir-akhir ini sedang merasakan kasmaran.
Syani mencintai lelaki yang sudah ia
anggap sebagi teman kelasnya, sudah hampir 4 tahun ia mengenalnya,, dari awal
perkuliahan hingga sampai ia akan di wisuda. Mulanya syani menganggap itu
adalah perasaan kagum terhadap perubahan kepribadiannya. Lelaki itu yang
dulunya acuh tak acuh kini berubah menjadi sosok yang friendly… dan selalu
melempar senyum kepada setiap orang yang lalu lalang dihadapannya. Hal inilah
yang membuat benih-benih cinta itu tumbuh dihati Syani. Meskipun hampir 2 tahun
lebih ia memendamnya namun ditahun ketiga ini ia merasa perasaan ini semakin
membuatnya tersudut.
Ketika berpapasannya dengannya seakan-akan
mulutnya terkunci,bahkan terkadang syani harus menghindari pertemuannya
dengannya. Meskipun syani tahu ini hanya cinta sepihak alias cinta yang takkkan
terbalas. Tetapi suara hatinya tak pernah padam,bahkan ia semakin membara dan
akan berdegub kencang ketika sang lelaki ada di sekitarnya seolah-olah signal
telepati itu ada.
Getaran-getaran hatinya tak mungkin ia
ungkapan kepada sosok lelaki itu, ia sangat tahu betul lelaki itu memegang
prinsip bahwa ia takkan pacaran. baginya pacaran setelah menikah itu lebih
indah dan menghindari zina. Maka hanya kepada tuhan lah ia mencurahkan semua
perasaannya di tengah malam.
Ia akan mulai meracau sendiri di tengah
malam, menuliskan semua doa-doa untuk ia dan sang lelaki, berharap sang maha
pencinta mendengarkan doanya dan menyatukan hatinya yang telah lama ditumbuhi
perasaan suka terhadap sosok lelaki itu. Ia akan merasakan ketenangan jika ia
sudah selesai menyuarakan semua perasaan kepada malam yang kosong. Karena ia
tahu malam takkan pernah membocorkan
rahasia cintanya yang hanya sepihak, karena jodoh itu hanya tuhan yang
menentukan. Sebagai manusia yang seutuhnya diberikan hati yang dapat merasakan
apa itu cinta, apa itu kesedihan sudah selayaknya bersyukur meskipun kelak cinta
itu atau rasa bahagia itu kapan saja akan digantikan oleh rasa kesedihan.
Maka hanya dalam diam syani akan
menyembunyikan perasaan ini, meskipun suara dari hatinya selalu meraung
berharap ia mengutarakan apa yang ia rasakan kepada sosok lelaki yang sepenuhnya
telah memikat hatinya.
Karena Syani menyadari, dalam diam ia
masih bisa curi-curi pandang untuk menatap sosok lelaki tersebut, dalam diam ia
masih bisa berlaku apa adanya kepada sosok lelaki tersebut tanpa harus
memperlihatkan isi hatinya. Dan karena dalam Diam Syani percaya Bahwa ia selalu
berdoa sosok lelaki itu adalah pangeran syurganya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar