BAHAGIA BERSAMA
MEREKA
Siapa yang tidak mengenal dengan istilah ppl dikalangan mahasiswa
fakultas pendidikan ? yang saat ini hampir seluruh mahasiswa diuniversitas mengenal dan bahkan hafal dengan maksud istilah ppl
itu.
Ya istilah ppl ada yang mengartikan sebagai praktik
pengalaman lapangan yang artinya dalam hal ini sesuai jurusan masing-masing
langsung turun kelapangan. Jurusan guru dengan langsung mengajar seolah-olah
menjadi guru yang sudah sertifikasi. Dan segala profesi lainnya.
Hari pertama mulai terikat dengan istilah ppl ini
sejak tanggal 12 oktober 2015. Sebelum jam 08.00 wib seperti mahasiswa baru
dengan semangat yang menggebu aku sudah berada didepan hotel mona. Tempat yang
telah kami janjikan untuk berkumpul dalam penyambutan dan serah terima
rombongan ppl kami. Dengan menggunakan seragam hitam putih, dan dilapisi dengan
baju kebANggaan universiTAs kami yaitu
almamater biru langit, jilbab hitam dilengkapi masker merah menutupi
sebagian wajahku untuk menghindari debu dan asap yang sudah hampir 2 bulan
mengurung udara segar di kota pekanbaru.
Yamaha merahku sudah ku standbykan sejak pagi,,
dipanasi agar mesinnya berlari dengan baik dan kencang, meskipun perut hanya
diisi oleh 2 helai roti tawar+ selai srikaya sewaktu sahur namun tak memudarkan
semangatku untuk siap stay di sekolah hingga jam 16.00 wib sesuai perjanjian
dengan kepala sekolah.
Akhirnya,seperti sudah menjadi tradisi jam karet.
Waktu berkumpul jAM 8 kurang namun semua rombongan hadir baru di jam 8 lewat.
Tanpa dikomandai seorang ketua, dengan 7 motor kami berangkat menuju sekolah.
Namanya Al Ihsan Boarding School (IBS). Dari namanya saja sudah terlihat ini
bukan seperti layaknya sekolah umum seperti biasanya, ya sekolah ini kombinasi
antara sekolah umum dan sekolah IT (Islam Terpadu. Konsep sekolah bernuansa
islam akhir-akhir ini menjadi booming. Ya orang tua mana yang tidaK
menginginkan anaknya menjadi seseorang yang sholeh dan sholehah. Selain ilmu
dunia kita juga perlu memperhatikan ilmu agama. Yang kedua ilmu tersebut
merupakan kunci masuk syurga. Bukannya banyak sekali hadist yang mengatakan
bahwa jika engkau ingin masuk syurga maka berilmulah. Ya topik tentang ilmu memang mendapatkan
perhatian yang khusus,
Back to my stories @ppl Ibs
Awal berangKAt terkesan perjalanan menuju sekolah ini
lama memerlukan 30-40 menit itupun dengan kecepatan 40-45 km/jam waktu
observasi. Sengaja dihari pertama ini, si merah ku gas dengan gaya santai
seolah-olah tidak ada hal yang buru-buru ku kejar, ya karena aku baru tahu,
penyambutan baru dmulai dijam 10.00 wib sedangkan kami dengan semangat hari
pertama sudah berangkat menuju sekolah dari jam 08.30 wib. Masih ada waktu 1.30 menit lagi bersantai
menugu jam penyambutan.
Ya cara terampuh untuk mengulur waktu menunggu dengan
mengurangi laju kendaraan sepeda motorku.
***08.50 wib kami tiba diIbs, seperti biasa belum ada
penyambutan dari guru-guru disini.eits,,,lupa sekedar informasi ini,, untuk
sekolah-sekolah IT biasanya bukan guru-guru tetapi memanggilnya ustad untuk
guru laki-laki dan ustazah untuk guru perempuan.teduhnya ketika santri-santri
memanggil ustadzah berasa di taman syurga berasa kita adalah orang-orang yang benar-benar alimm
tentang soal agama. subhanaAllah mulia sekali orang-orang yang memang pantas mendapatkan
gelar ustadz dan ustadzah.
Rombongan kami
terpusat untuk mengajar ditingkat Smp, Dengan 10 Akhwat dan 1 Ikhwan.
Pertemuan pertama ini dibuka langsung oleh wakakur (wakil kepala kurikulum)
yaitu Ustadz Iskandar. Seperti biasa acara penyambutan, diawali dengan tilawah
kemudian diisi dengan sambutan-sambutan. Sambutan pertama disampaikan oleh
kepala sekolah SMP IT AL-IHSAN BOARDING SCHOOL, yaitu ustadz Asmar, kemudian
sambutan kedua disampaikan oleh dosen pembimbing ppl kami yang dalam hal ini diwakili
oleh dosen jurusan biolagi bapak Dr. Iamam Mahadai. Dan sambutan terhir barulah
disampaikan oleh Ustadz Helmi Hidayat, St selaku wakil direktur yayasan Ibs
ini.
Bermula dari jam 10.15 wib dan berakhir di pukul
11.15 wib. Sungguh terkesan berbeda ketika kita berada disekolah umum dan
sekolah yang berbasis islami ini. Segala garak gerik, model pakaian, style
mengajar, gaya bicara cara sholat semua didesain dengan serapi-rapinya, dan
sebagai pendatang baru, aku dan kawan-kawan yang lainnya sperti terlihat
begok,,,alias linglung dengan nuansa ini. Ya semua kan sudah diatur,, dan kita
harus mengikuti apa yang telah ditetapkan disekolah ini. Tidak lupa pula begitu
indahnya sekolah ini, ustadz-ustadz sangat menjaga pandangan mereka, tidak suka
menatap ketika berbicara kepada ustadzah-ustadzah disini.
Seperti dalam qs,,,
Yang artinya “ tundukkan lah pandangan-pandangan matamu
dan kemaluanmu.”
Begitu pula ustadzah-ustadzah disini. Nuansa ini
benar-benar nuansa syurga. Dan disini adalah orang-orang yang begitu menjaga
adab-adab islam dalam kehidupan mereka. SubhanaALLAH,, indahnya berada
dilingkungan yang menuntun kita untuk selalu mengingat Allah disetiap waktu
kita.
Setiap guru selalu diingatkan dan bahkan sudah
dianjurkan untuk menyempatkan sholat Dhuha ketika hendak beraktivitas, atau bahkan terkadang kami
mahasiswa PPL dimuhasabah sebelum mulai jam pengajaran. Semua totalitas
berlandaskan islam,, semua totalitas menerapkan ajaran-ajaran islam.
Bahkan rasanay hati-hati kami teduh ketika mata-mata
yang biasa melihat baju you can see, kini melihat baju-baju tertutup berlengan
panjang serta bertudung labuh. Selalu membawa Al-Quran ditangan mereka dan tak
pernah berhenti bibir mereka melafalkan ayat-ayat AL-Quran.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar