Kamis, 15 Oktober 2015

(NUANSA SYURGA PPL @IBs



BAHAGIA BERSAMA MEREKA
                           


Siapa yang tidak mengenal dengan istilah ppl dikalangan mahasiswa fakultas pendidikan ? yang saat ini hampir seluruh mahasiswa diuniversitas mengenal dan bahkan hafal dengan maksud istilah ppl itu.
Ya istilah ppl ada yang mengartikan sebagai praktik pengalaman lapangan yang artinya dalam hal ini sesuai jurusan masing-masing langsung turun kelapangan. Jurusan guru dengan langsung mengajar seolah-olah menjadi guru yang sudah sertifikasi. Dan segala profesi lainnya.

Hari pertama mulai terikat dengan istilah ppl ini sejak tanggal 12 oktober 2015. Sebelum jam 08.00 wib seperti mahasiswa baru dengan semangat yang menggebu aku sudah berada didepan hotel mona. Tempat yang telah kami janjikan untuk berkumpul dalam penyambutan dan serah terima rombongan ppl kami. Dengan menggunakan seragam hitam putih, dan dilapisi dengan baju kebANggaan universiTAs kami yaitu  almamater biru langit, jilbab hitam dilengkapi masker merah menutupi sebagian wajahku untuk menghindari debu dan asap yang sudah hampir 2 bulan mengurung udara segar di kota pekanbaru.

Yamaha merahku sudah ku standbykan sejak pagi,, dipanasi agar mesinnya berlari dengan baik dan kencang, meskipun perut hanya diisi oleh 2 helai roti tawar+ selai srikaya sewaktu sahur namun tak memudarkan semangatku untuk siap stay di sekolah hingga jam 16.00 wib sesuai perjanjian dengan kepala sekolah.

Akhirnya,seperti sudah menjadi tradisi jam karet. Waktu berkumpul jAM 8 kurang namun semua rombongan hadir baru di jam 8 lewat. Tanpa dikomandai seorang ketua, dengan 7 motor kami berangkat menuju sekolah. Namanya Al Ihsan Boarding School (IBS). Dari namanya saja sudah terlihat ini bukan seperti layaknya sekolah umum seperti biasanya, ya sekolah ini kombinasi antara sekolah umum dan sekolah IT (Islam Terpadu. Konsep sekolah bernuansa islam akhir-akhir ini menjadi booming. Ya orang tua mana yang tidaK menginginkan anaknya menjadi seseorang yang sholeh dan sholehah. Selain ilmu dunia kita juga perlu memperhatikan ilmu agama. Yang kedua ilmu tersebut merupakan kunci masuk syurga. Bukannya banyak sekali hadist yang mengatakan bahwa jika engkau ingin masuk syurga maka berilmulah.  Ya topik tentang ilmu memang mendapatkan perhatian yang khusus,

Back to my stories @ppl Ibs
Awal berangKAt terkesan perjalanan menuju sekolah ini lama memerlukan 30-40 menit itupun dengan kecepatan 40-45 km/jam waktu observasi. Sengaja dihari pertama ini, si merah ku gas dengan gaya santai seolah-olah tidak ada hal yang buru-buru ku kejar, ya karena aku baru tahu, penyambutan baru dmulai dijam 10.00 wib sedangkan kami dengan semangat hari pertama sudah berangkat menuju sekolah dari jam 08.30 wib.  Masih ada waktu 1.30 menit lagi bersantai menugu jam penyambutan.
Ya cara terampuh untuk mengulur waktu menunggu dengan mengurangi laju kendaraan sepeda motorku.

***08.50 wib kami tiba diIbs, seperti biasa belum ada penyambutan dari guru-guru disini.eits,,,lupa sekedar informasi ini,, untuk sekolah-sekolah IT biasanya bukan guru-guru tetapi memanggilnya ustad untuk guru laki-laki dan ustazah untuk guru perempuan.teduhnya ketika santri-santri memanggil ustadzah berasa di taman syurga berasa kita  adalah orang-orang yang benar-benar alimm tentang soal agama. subhanaAllah mulia sekali orang-orang yang memang pantas mendapatkan gelar ustadz dan ustadzah.

Rombongan kami  terpusat untuk mengajar ditingkat Smp, Dengan 10 Akhwat dan 1 Ikhwan. Pertemuan pertama ini dibuka langsung oleh wakakur (wakil kepala kurikulum) yaitu Ustadz Iskandar. Seperti biasa acara penyambutan, diawali dengan tilawah kemudian diisi dengan sambutan-sambutan. Sambutan pertama disampaikan oleh kepala sekolah SMP IT AL-IHSAN BOARDING SCHOOL, yaitu ustadz Asmar, kemudian sambutan kedua disampaikan oleh dosen pembimbing ppl kami yang dalam hal ini diwakili oleh dosen jurusan biolagi bapak Dr. Iamam Mahadai. Dan sambutan terhir barulah disampaikan oleh Ustadz Helmi Hidayat, St selaku wakil direktur yayasan Ibs ini.

Bermula dari jam 10.15 wib dan berakhir di pukul 11.15 wib. Sungguh terkesan berbeda ketika kita berada disekolah umum dan sekolah yang berbasis islami ini. Segala garak gerik, model pakaian, style mengajar, gaya bicara cara sholat semua didesain dengan serapi-rapinya, dan sebagai pendatang baru, aku dan kawan-kawan yang lainnya sperti terlihat begok,,,alias linglung dengan nuansa ini. Ya semua kan sudah diatur,, dan kita harus mengikuti apa yang telah ditetapkan disekolah ini. Tidak lupa pula begitu indahnya sekolah ini, ustadz-ustadz sangat menjaga pandangan mereka, tidak suka menatap ketika berbicara kepada ustadzah-ustadzah disini.
Seperti dalam qs,,,
Yang artinya “ tundukkan lah pandangan-pandangan matamu dan kemaluanmu.”
Begitu pula ustadzah-ustadzah disini. Nuansa ini benar-benar nuansa syurga. Dan disini adalah orang-orang yang begitu menjaga adab-adab islam dalam kehidupan mereka. SubhanaALLAH,, indahnya berada dilingkungan yang menuntun kita untuk selalu mengingat Allah disetiap waktu kita.
Setiap guru selalu diingatkan dan bahkan sudah dianjurkan untuk menyempatkan sholat Dhuha ketika hendak  beraktivitas, atau bahkan terkadang kami mahasiswa PPL dimuhasabah sebelum mulai jam pengajaran. Semua totalitas berlandaskan islam,, semua totalitas menerapkan ajaran-ajaran islam.
Bahkan rasanay hati-hati kami teduh ketika mata-mata yang biasa melihat baju you can see, kini melihat baju-baju tertutup berlengan panjang serta bertudung labuh. Selalu membawa Al-Quran ditangan mereka dan tak pernah berhenti bibir mereka melafalkan ayat-ayat AL-Quran.

Tidak ada komentar: