Kamis, 01 Oktober 2015

“Merindu Kata Mencinta”

**************** PART THREE ***************
Pekanbaru, 1 oktober 2015 pukul 21.18 wib

“Merindu Kata Mencinta”

Gadis jendela kembali membuka lembaran lain dari diarynya, kali ini nuansa hatinya sedang indah meskipun udara asap masih tercium dengan kuatnya.
Sesuatu yang sederhana terkadang mampu mencairkan suasana yang telah membeku, dingin dan begitu dingin menjadi sesuatu yang mencair dan kembali hangat lagi. Seperti enaknya saat menyerut batang cokelat yang dilelehkan begitu menghangatkan perut-perut yang mulai kosong dan terisi penuh angin. Apalagi kalau bukan tentang cinta yang berkaitan dengan perasaan.

Baper,,,,mungkin gag asingkan ditelinga kaula muda yang sedang dimabuk asmara. Istilah-istilah anak muda zaman sekarang memang lebih popular ditelinga, daripada istilah-istilah kolot zaman dulu.
Baper,,,wah itu mah sifat perempuan sekali. Bentar-bentar baper, dipuji sedikit baper, semuanya bagi wanita adalah baper.
Pastinya teman-teman tahukan baper itu apa?
Baper itu bukan nama sebuah makanan seperti wafer
Juga bukan tentang pergerakan yang mengatas namakan agen perubahan alis badan pergerakan atau istilah ngaco yang kita karang-karang
Tetapi baper disini artinya “ bawa perasaan”
Benar gag tu?
Kebanyakan wanita suka baper,dikasih cokelat sama seseorang langsung baper dikira si cowok naksir padahal bukan hanya kita yang menerima cokelat tu cowok, alias hari ini tu cowok sedang promosi cokelat baru ditokonya,,,wah ini mah salah penilaiaan banget. Tukan sales dikira naksir,
Hhmm,,terkadang baper mampu membuat semua yang galau semakin galau, beruntung kalau bapernya sesuai feeling hehehe

Sekali lagi ini soal gadis jendela yang merindu pada kata mencinta,,,,tetapi bukan baper ya,,,ini benar-benar tentang kata cinta dan mencinta heheh
Mungkin langit kelabu yang menutup cerahnya awan yang telah lama hilang kembali muncul dihatinya,,,
Ia sedang merindu mendengar kata cinta,,,
Kata orang mungkin benar,,,cinta itu mampu merubah semua yang gelap menjadi terang,yang buruk menjadi baik dan hal sebaliknya.
Y mungkin kata cinta begitu asing ia dengarkan,, ia pun belum pernah merasakn perasan mencinta dan dicintai. Bagi sang gadis cinta dan mencintai itu sepaket
butuh kedua hati yang sama-sama sepaham, sepengertian dan yang pastinya sama yakin. Karena cinta tanpa keyakinan ibarat bergantung pada tali yang rapuh yang suatu saat mudah patah. Bahkan tergoyang angin sedikitpun ia akan mudah terombang-ambing. Maka bukan sekedar kata cinta dan mencintai,,,tetapi pada kata cinta dan mencintai yang saling mengasihi,,
karena sang gadis hingga hari ini masih beristikharah memantapkan hatinya. Benarkah ini cinta ?? benarkah hatinya sudah layak mencinta dan dicinta??
Inilah sebuah dilema wanita yang memasuki masa taarufan,,,bimbang dan bimbang,

Tidak ada komentar: