Kamis, 08 Oktober 2015

Nikmat mana lagi yang kita dustakan ??




Pagi hari ini masih terlihat sama seperti yang kemarin,, menyejukkan tulang-tulangku ketika mulai memasuki kamar mandi. Beberapa hari ini cuaca terkesan mendung, awan terlihat putih diangkasa, angin berhempus dengan perlahan-lahan membuat leherku seakan merinding dan membuatku merapatkan pelukan tangan ketubuhku. Ah,,,,,sangat disayangkan sekali, aku tidak dapat menyaksikan matahari yang menyongsing tinggi diangkasa.

Ces,,,cess,, tetesan embun dari dedaunan terlihat begitu indahnya, mengalir secara perlahan, membuatku semakin bergumam bahwa tuhan tidak pernah mencabut sedikitpun kenikmatan yang telah ia berikan kepada umat-umatnya. Bahkan meskipun asap belum hilang dari negeri awan kami,tetapi kenikmatan tuhan yang lainnya tidak pernah alfa.

Pagi ini aku terbangun dengan badan pegal-pegal diseluruh tanganku,, seingatku aku tidak melakukan pekerjaan berat sebelum memejamkan mata ini dan merebahkan tubuhku dikasur.
Mungkin tubuh ini ingin berolahraga melepas kepenatan yang setiap hari dipendamnya,, hingga hari ini rasa sakit itu ia lepaskan.

Aku masih duduk dengan segelas teh hangat sembari memegang sebuah buku “ Sirah Nabawiyah” sudah hampir 3 bulan aku memegangnya namun belum juga tamat membaca dan menyalin kebuku. Seketika mataku seakan menalar dan otakku seakan menjelajah mengingat mimpi tadi malam. Mimpi itu terkesan aneh,,, meninggalkan sebuah isyarat “ suara itu,,,,dan suara itu”

Apa yang hendak ia sampaikan,,,apa yang hendak ia ucapkan mengapa begitu terdengar samar-samar dan sosok itu. Penampilan yang rapi, suara yang khas dan tatapan mata yang tajam. Aku merasa tubuh ini menangkap signal keakraban. Tetapi bayangan itu terlihat hitam, seolah-olah ini bukan pertemuan yang tepat.

Ia membisikkan hal-hal yang tak ku mengerti, membuatku resah tetapi tak membuatku mengambil langkah salah untuk mencari dimbah google tentang makna mimpiku. Alhamdulillah aku yakin mimpi itu hanya sebuah bunga tidur, jikalau pun mimpi itu seram atau menakutan itu sejatinya berasal dari bisikkan syeitan. Maka aku tak lupa mengingat sebuah ceramah ustadz, yaitu ucapkan istgfar 3x ke kiri dan meludah 3x pula.
Dug—dug,,,,suara jantungku tak teratur, keringat dingin terasa menetes dari wajahku,,, aku berharap ini bukan mimpi yang aneh atau mimpi dari buatan syeitan yang membuatku lalai dan meninggalkan akal sehatku.   
Ya Tuhan,,,aku tahu engkau yang memegang setiap takdir-takdir hamba-hambamu,, engkau yang membisikkan hal-hal kebaikan pada naluri hati hamba-hambamu yang beriman, maka jagalah imanku agar tetap teguh bersemayam dihatiku, janganlah imanku agar tetap berada dijalur yang lurus seperti yang telah engkau titipkan ketika aku masih didalam rahim ibuku. Ya Tuhan,,,suara itu terdengar semakin khas, membisikkan hal yang terkadang membuatku semakin lemah terkadang ia pula membisikkan hal-hal yang membuatku semakin kuat untuk mengejar dan mendekat kepadamu,

Suara itu,,,seperti pesan kaleng,, kadang ia muncul, kadang ia tidak muncul.
Teh yang hangat dimejaku kini terasa dingin karena kelamaan melamun membuat menyita waktuku, memikirkan makna suara itu,,,,ya,,suara itu .ah pikirku,,,mungkin ini akan segera berlalu


Kring—kring jam weker dari kamarku berbunyi pertanda pukul 09.00 wib pengingat bagiku untuk segera menunaikan kewajibanku yang lain, yaitu shalat dhuha, untuk meminta kelancaraan aktivitas hari ini, untuk meminta keberkahan rezeki hari ini serta untuk meminta kemudahan mencari rezeki hari ini.
Shalat dhuha,,,,mungkin masih terlihat asing dikalangan kita. Namun, shalat dhuha ini merupakan shalat yang dikerjakan ketika matahari naik setinggi 7 hasta (pukul tujuh), kalau aku sering menunaikan dari jam 08.00 sampai jam 11.00 wib. Kesepakatan ulama shalat dhuha ini dilakukan dari matahari naik setinggi 7 hasta (pukul tujuh) sampai sebelum masuk waktu dzuhur. Keutamaan shalat dhuha ini begitu banyak sama seperti yang telah ku tuliskan, ia merupakan shalat untuk meminta kemudahan rezeki,

“ya Allah, bahwasanya waktu dhuha itu waktu dhuha-Mu, kecantikan ialah kecantikan-Mu, keindahan ialah keindahan-Mu, kekuatan itu kekuatan-Mu, kekuasaan itu kekuasaan-Mu, dan perlindungan itu perlindungan-Mu,. Ya Allah jika rezekiku maish dilangit maka turunkanlah dan jika rezekiku masih dibumi maka keluarkanlah, jika sukar maka mudahkanlah, jika haram maka sucikanlah, jika masih jauh maka dekatkanlah, berkat waktu dhuha-Mu, keagunganmu, keindahan-mu, kekuatan dan kekuasaan-Mu, limpahkanlah kepada kami segala yang telah engkau limpahkan kepada hamba-hamba-Mu yang shaleh “
Inilah bunyi doa shalat dhuha,, begitu menyejukkan. Dengan udara yang masih sejuk, segar dipagi hari,semangat yang masih panas, fikiran yang masih fresh kemudian kita basuh wajah kita dengan air wudhu yang menyejukkan, menggelar sajadah, menghadpap kepadanya dengan jiwa-jiwa penuh keyakinan dan keimanan, mengharap kemudahan rezeki dan keberkahan rezeki seperti rezeki yang telah Allah limpahkan kepada hamba-hambanya yang shaleh. Maka kita pun selayaknya demikian,berusaha menjadi hamba-hambanya yang shaleh agar kenikmatan tuhan itu selalu tercurahkan.
Bagaimana kita bisa lepas dari kata dan rasa syukur itu, jika dalam setiap detik kehidupan kita, jika setiap jejak kegiatan yang akan kita lakukan selalu ada aturan dan tuntunan yang telah Tuhan gambarkan. Sebelum bekerja mencari rezeki, tuhan telah mengajarkan ringankanlah langkah kita untuk melakukan 2 rakaat diwaktu pagi yaitu shalat dhuha, agar rezeki itu berkah. Seprti itu pula yang lainnya. jikalau kita bingung memilih 2 hal yang menurut kita baik, Allah mengajarkan kita untuk menunaikan shalat istikharah agar menuntun kepada hal kebaikan, menjauhkan hal yang tidak baik dari kita dan menuntun kebaikan kepada kita. Dan ketika kita merasa susah dalam membayar utang Allah juga memberikan tatanannya kepada kita berubah doa. subhanaALLah tUhan tidak pernah lupa dan tidak pernah meninggalkan hambanya, bahkan ia senantiasa peduli dan perhatian kepada hamba-hambanya
Lalu “ Nikmat Tuhanmu yang manakah yang engkau dustakan??” dalam surat Arrahman yang di ulang sampai 3x. menjadi pengguncang bagi hati-hati, mata-mata kita ynag hari ini masih lupa untuk selalu bersyukur, yang pada hari ini masih berbangga diri bahwa semua kekayaan semua kesuksesan yang kita rasakan adalah atas usaha kerja keras kita.
Ya Allah sekali lagi “nikmat tuhanmu yang manakah yang engkau dustakan ??”


Tidak ada komentar: