Pagi hari ini masih terlihat sama
seperti yang kemarin,, menyejukkan tulang-tulangku ketika mulai memasuki kamar
mandi. Beberapa hari ini cuaca terkesan mendung, awan terlihat putih diangkasa,
angin berhempus dengan perlahan-lahan membuat leherku seakan merinding dan
membuatku merapatkan pelukan tangan ketubuhku. Ah,,,,,sangat disayangkan
sekali, aku tidak dapat menyaksikan matahari yang menyongsing tinggi diangkasa.
Ces,,,cess,, tetesan embun dari
dedaunan terlihat begitu indahnya, mengalir secara perlahan, membuatku semakin
bergumam bahwa tuhan tidak pernah mencabut sedikitpun kenikmatan yang telah ia
berikan kepada umat-umatnya. Bahkan meskipun asap belum hilang dari negeri awan
kami,tetapi kenikmatan tuhan yang lainnya tidak pernah alfa.
Pagi ini aku terbangun dengan badan
pegal-pegal diseluruh tanganku,, seingatku aku tidak melakukan pekerjaan berat
sebelum memejamkan mata ini dan merebahkan tubuhku dikasur.
Mungkin tubuh ini ingin berolahraga
melepas kepenatan yang setiap hari dipendamnya,, hingga hari ini rasa sakit itu
ia lepaskan.
Aku masih duduk dengan segelas teh
hangat sembari memegang sebuah buku “ Sirah Nabawiyah” sudah hampir 3 bulan aku
memegangnya namun belum juga tamat membaca dan menyalin kebuku. Seketika mataku
seakan menalar dan otakku seakan menjelajah mengingat mimpi tadi malam. Mimpi
itu terkesan aneh,,, meninggalkan sebuah isyarat “ suara itu,,,,dan suara itu”
Apa yang hendak ia sampaikan,,,apa
yang hendak ia ucapkan mengapa begitu terdengar samar-samar dan sosok itu.
Penampilan yang rapi, suara yang khas dan tatapan mata yang tajam. Aku merasa
tubuh ini menangkap signal keakraban. Tetapi bayangan itu terlihat hitam,
seolah-olah ini bukan pertemuan yang tepat.
Ia membisikkan hal-hal yang tak ku
mengerti, membuatku resah tetapi tak membuatku mengambil langkah salah untuk
mencari dimbah google tentang makna mimpiku. Alhamdulillah aku yakin mimpi itu
hanya sebuah bunga tidur, jikalau pun mimpi itu seram atau menakutan itu
sejatinya berasal dari bisikkan syeitan. Maka aku tak lupa mengingat sebuah
ceramah ustadz, yaitu ucapkan istgfar 3x ke kiri dan meludah 3x pula.
Dug—dug,,,,suara jantungku tak
teratur, keringat dingin terasa menetes dari wajahku,,, aku berharap ini bukan
mimpi yang aneh atau mimpi dari buatan syeitan yang membuatku lalai dan
meninggalkan akal sehatku.
Ya Tuhan,,,aku tahu engkau yang
memegang setiap takdir-takdir hamba-hambamu,, engkau yang membisikkan hal-hal
kebaikan pada naluri hati hamba-hambamu yang beriman, maka jagalah imanku agar
tetap teguh bersemayam dihatiku, janganlah imanku agar tetap berada dijalur
yang lurus seperti yang telah engkau titipkan ketika aku masih didalam rahim
ibuku. Ya Tuhan,,,suara itu terdengar semakin khas, membisikkan hal yang
terkadang membuatku semakin lemah terkadang ia pula membisikkan hal-hal yang
membuatku semakin kuat untuk mengejar dan mendekat kepadamu,
Suara itu,,,seperti pesan kaleng,,
kadang ia muncul, kadang ia tidak muncul.
Teh yang hangat dimejaku kini terasa dingin
karena kelamaan melamun membuat menyita waktuku, memikirkan makna suara
itu,,,,ya,,suara itu .ah pikirku,,,mungkin ini akan segera berlalu
Kring—kring jam weker dari kamarku
berbunyi pertanda pukul 09.00 wib pengingat bagiku untuk segera menunaikan
kewajibanku yang lain, yaitu shalat dhuha, untuk meminta kelancaraan aktivitas
hari ini, untuk meminta keberkahan rezeki hari ini serta untuk meminta
kemudahan mencari rezeki hari ini.
Shalat dhuha,,,,mungkin masih terlihat
asing dikalangan kita. Namun, shalat dhuha ini merupakan shalat yang dikerjakan
ketika matahari naik setinggi 7 hasta (pukul tujuh), kalau aku sering
menunaikan dari jam 08.00 sampai jam 11.00 wib. Kesepakatan ulama shalat dhuha
ini dilakukan dari matahari naik setinggi 7 hasta (pukul tujuh) sampai sebelum
masuk waktu dzuhur. Keutamaan shalat dhuha ini begitu banyak sama seperti yang
telah ku tuliskan, ia merupakan shalat untuk meminta kemudahan rezeki,
“ya Allah, bahwasanya waktu dhuha itu
waktu dhuha-Mu, kecantikan ialah kecantikan-Mu, keindahan ialah keindahan-Mu,
kekuatan itu kekuatan-Mu, kekuasaan itu kekuasaan-Mu, dan perlindungan itu
perlindungan-Mu,. Ya Allah jika rezekiku maish dilangit maka turunkanlah dan
jika rezekiku masih dibumi maka keluarkanlah, jika sukar maka mudahkanlah, jika
haram maka sucikanlah, jika masih jauh maka dekatkanlah, berkat waktu dhuha-Mu,
keagunganmu, keindahan-mu, kekuatan dan kekuasaan-Mu, limpahkanlah kepada kami
segala yang telah engkau limpahkan kepada hamba-hamba-Mu yang shaleh “
Inilah bunyi doa shalat dhuha,, begitu
menyejukkan. Dengan udara yang masih sejuk, segar dipagi hari,semangat yang
masih panas, fikiran yang masih fresh kemudian kita basuh wajah kita dengan air
wudhu yang menyejukkan, menggelar sajadah, menghadpap kepadanya dengan
jiwa-jiwa penuh keyakinan dan keimanan, mengharap kemudahan rezeki dan
keberkahan rezeki seperti rezeki yang telah Allah limpahkan kepada
hamba-hambanya yang shaleh. Maka kita pun selayaknya demikian,berusaha menjadi
hamba-hambanya yang shaleh agar kenikmatan tuhan itu selalu tercurahkan.
Bagaimana kita bisa lepas dari kata
dan rasa syukur itu, jika dalam setiap detik kehidupan kita, jika setiap jejak
kegiatan yang akan kita lakukan selalu ada aturan dan tuntunan yang telah Tuhan
gambarkan. Sebelum bekerja mencari rezeki, tuhan telah mengajarkan ringankanlah
langkah kita untuk melakukan 2 rakaat diwaktu pagi yaitu shalat dhuha, agar
rezeki itu berkah. Seprti itu pula yang lainnya. jikalau kita bingung memilih 2
hal yang menurut kita baik, Allah mengajarkan kita untuk menunaikan shalat
istikharah agar menuntun kepada hal kebaikan, menjauhkan hal yang tidak baik
dari kita dan menuntun kebaikan kepada kita. Dan ketika kita merasa susah dalam
membayar utang Allah juga memberikan tatanannya kepada kita berubah doa.
subhanaALLah tUhan tidak pernah lupa dan tidak pernah meninggalkan hambanya,
bahkan ia senantiasa peduli dan perhatian kepada hamba-hambanya
Lalu “ Nikmat Tuhanmu yang manakah
yang engkau dustakan??” dalam surat Arrahman yang di ulang sampai 3x. menjadi
pengguncang bagi hati-hati, mata-mata kita ynag hari ini masih lupa untuk
selalu bersyukur, yang pada hari ini masih berbangga diri bahwa semua kekayaan
semua kesuksesan yang kita rasakan adalah atas usaha kerja keras kita.
Ya Allah sekali lagi “nikmat tuhanmu
yang manakah yang engkau dustakan ??”

Tidak ada komentar:
Posting Komentar