Sabtu, 26 Desember 2015

INI PILHANKU,,,,,PILIHANMU ???



Bagaimana Aku memilihnya ??

Aku binggung kepada perasaan ini yang tak kunjung terhapus?
Aku binggung pada mata ini yang tak pernah melepaskan pandangannya pada sosok yang jauh disana
Yang entah ia memandang pula kepadaku atau tidak…
Aku binggung pada telingaku yang tak mau berhenti untuk mendengar semua tentang dirinya.
Aku binggung pada diri ini yang belum mampu melarikan diri dari bayangan-bayangannya….

Bagaimana aku mengutarakan rasa yang tak layak terlontarkan dari hati ini,,,
Sedangkan hati ini masih tak pantas memilihnya,,,
Karena kutahu sosok wajahnya belum terjamaah oleh pandanganku…
Karena ku tahu timingnya belum tepat untuk aku menjamaahnya
Karena aku percaya Allah masih menyembunyikan ia di persembunyiannya,,,
Karena aku percaya ia sedang memantaskan diri dihadapan Allah untuk menjadi imam yang layak..
Yang pastinya aku percaya ,,,perasaan ini akan berlabuh pada labuhan yang tepat…
Labuhan yang tepat pada sosok yang halal dan sah untuk menuju jannahnya.




Ini bukan tulisan tentang kegalauan ku pada seseorang,,,ini hanya tulisan yang bertajuk padarasa kecintaan dan kenyamananku. Y ini topic tentang sebuah pilihan…pilihan masa depan
Yang manakah yang akan aku pilih??

“ukh,,,kamu mau pilih yang mana ?? seseorang ikhwan atau lelaki yang hanif ??
Ini pertanyaan yang saat ini sering kali aku dengarkan dari kakakku yang sedang proses taarufan, namun entah mengapa pernyataan yang sering aku dengar menjadi pertanyaan untuk diriku sendiri ?
“hehe,,,,mulanya aku hanya terkekeh dan geli pembahasan topic ini. Tetapi setelah dipikirkan kembali, diusiaku yang telah menginjak 22 tahun bahkan akan memasuki usia 23 tahun sudah layak bagiku untuk memikirkan hal tentang pernikahan terutama sosok imam yang akan menjadikan aku makmumnya.

“ketika seseorang bertanya, antara ikhwan atau hanif. Tentunya aku mengharapkan calon imamku adalah seseorang ikhwan yang statusnya sama sepertiku. Yang kondisi tarbiyahnya sama pula denganku, yang tujuan dakwahnya sama pula denganku. Karena sosok akhwat pasti mengharapkan sosok yang baik yang akan menunjang aktivitas dakwahnya pula”

Dan sebaliknya ketika aku dihadapkan kepada 2 pilihan
“mana yang akan engkau pilih sosok lelaki yang berbeda manhaj atau hanif??”
Aku akan menjatuhkan pilihanku kepada sosok yang hanif,,,,
Bagiaman aku memilihnya ??
Karena sejatinya aku butuh lelaki yang akan menguatkan pungung-pungung dakwah yang selama ini aku tekuni. Ketika aku memilih sosok yang berbeda manhaj kepadaku, maka sejatinya syurga seorang istri dibawah telapak kaki suami. Seorang istri harus menurut kepada suami ketika perintah suami itu masih benar dan mengarah kepada kebaikan. Maka ada kemungkinan aku akan berada dalam manhaj yang sama dengan suamiku dan aku harus berlabuh dari manhaj yang selama ini aku tekuni. Ya perbedaan manhaj itu hanya perbedaan furu’. Selagi kita masih menyembah Allah serta berlandaskan kepada Alquran dan Alhadist sebenarnya tidak menjadi masalah. Dakwah tetap sama tujuannya yaitu mengajak untuk menyembah kepada Allah, mungkin hanya caranya saja yang berbeda. Seseorang tarbiyah berdakwah dengan caranya pula, seorang salafi berdakwah denagn cara mereka pula… tetapi tujuannya tetap sama. Dan ini tentunya akan kembali pula kepada kesepakatan diantara kedua belah pihak, apakah sang istri akan berpindah manhaj mengikuti suami atau malah sebaliknya sang suami akan mengikuti manhaj istri. Atau pilihan alternative ketiga,,,,kedua belah pihak sepakat tidak mempermasalahkan perbedaan manhaj ini yang penting tujuannya tetap sama yaitu berdakwah… I think it’s no problem….

Tetapi ini bukan tentang itu sahabat,,,,,
Bagaimana bisa aku lebih memilih kepada seseorang yang hanif dibanding dengan seseorang yang jelas-jelas aku tahu ibadahnya tak perlu aku ragukan lagi namun manhajnya berbeda denganku?
aku muslimah tarbiyah dan ia ikhwan salafi misalnya?

Ini tentang bagaimana aku mencintai sesuatu sahabat….
Bagaimana aku mencintai tarbiyah yang telah melahirkan aku,, ini tentang rasa kesetianku pada tarbiyah yang telah aku jalani selama 7 tahun lebih.
Ini juga tentang nilai kenyamanan sahabat…
Aku telah merasakan kenyamanan pada tarbiyah ini,
Bukan..
Ini bukan tentang nilai siapa yang benar dan siapa yang salah?
Ini bukan tentang siapa yang lebih benar jalannya??
Ini hanya sekedar kenyamanan dan kecintaan sahabatku,,,,

Bagaimana engkau akan meninggalkan rumah yang selama ini telah engkau tinggali, telah membuatmu nyaman,, telah menjadi saksi perubahanmu berhijrah. Kini dalam sekejap mata engkau harus memilih untuk meleparkan pandanganmu kepada rumah yang lain… tentunya engkau merasa sedih bukan sahabat?? Tentunya engkau akan berat untuk menjauhkan langkahmu menuju rumah barumu ?

Sekali lagi sahabat ini bukan tentang siapa yang benar dan siapa yang baik…
Ini soal kenyamaan dan kecintaanku kepada jalan yang telah aku lalui, mereka yang menemani proses –proses panjang hijrahku hingga aku berada disini. Bagaimana aku tak merindukan ukhti-ukhti yang selalu menemani lingakaran liqoku,,,bagaimana bisa aku melepaskan kenangan-kenangan indahku kepada murabbi-murabbi yang menghantarkan jalan tarbiyah ini kepadaku…

Bagaimana aku memilihnya ?
Bagaimana aku bisa memilih yang hanif….
Ya,,, seseorang yang hanif mungkin mereka tidak mengenal istilah tarbiyah, salafiyah atau manhaj yang lainnya, juga mungkin ia tidak mengenal istilah murabbi, mutarabbi, liqo, Agenda Wajib, almatsurat dll.

Tetapi ini tentang nilai kenyamanan sahabat….
Ketika aku dipersunting dengan sosok yang hanif yang belum mengaji (Lq), bagiku ini akan menajadi jalan dakwahku,,,bagiku ini akan menjadi ladang pahalaku yang semoga Allah menghadiahkan syurga kepadaku. Ini ladang dakwahku, untuk mengarahkan suamiku untuk mulai mengaji,, memahamkan suamiku akan akitivitas dakwahku..

Karena merubah arah haluan kapal di air yang tenang itu lebih mudah daripada merubah haluan kapal di air yang bergelombang,, pasti engkau sedikit akan merasakan kesulitan bukan???

Semoga ;Allah melabuhkan aku kepada sosok imam yang baik bagi pandangan Allah aamiin….
JJJ

Aku merindu pada rumah yang berbau syurga, aku merindu pada rumah yang didalamnya selalu terdengar muratal-muratal untuk memuji kepada-Nya .

Pekanbaru, 26 Desember 2015 @11.25 wib Al-araf kost

Tidak ada komentar: