Bagaimana Aku memilihnya ??
Aku binggung kepada perasaan ini
yang tak kunjung terhapus?
Aku binggung pada mata ini yang tak
pernah melepaskan pandangannya pada sosok yang jauh disana
Yang entah ia memandang pula
kepadaku atau tidak…
Aku binggung pada telingaku yang tak
mau berhenti untuk mendengar semua tentang dirinya.
Aku binggung pada diri ini yang
belum mampu melarikan diri dari bayangan-bayangannya….
Bagaimana aku mengutarakan rasa yang
tak layak terlontarkan dari hati ini,,,
Sedangkan hati ini masih tak pantas
memilihnya,,,
Karena kutahu sosok wajahnya belum
terjamaah oleh pandanganku…
Karena ku tahu timingnya belum tepat
untuk aku menjamaahnya
Karena aku percaya Allah masih menyembunyikan
ia di persembunyiannya,,,
Karena aku percaya ia sedang
memantaskan diri dihadapan Allah untuk menjadi imam yang layak..
Yang pastinya aku percaya
,,,perasaan ini akan berlabuh pada labuhan yang tepat…
Labuhan yang tepat pada sosok yang
halal dan sah untuk menuju jannahnya.
Ini bukan tulisan tentang kegalauan
ku pada seseorang,,,ini hanya tulisan yang bertajuk padarasa kecintaan dan
kenyamananku. Y ini topic tentang sebuah pilihan…pilihan masa depan
Yang manakah yang akan aku pilih??
“ukh,,,kamu mau pilih yang mana ??
seseorang ikhwan atau lelaki yang hanif ??
Ini pertanyaan yang saat ini sering
kali aku dengarkan dari kakakku yang sedang proses taarufan, namun entah
mengapa pernyataan yang sering aku dengar menjadi pertanyaan untuk diriku
sendiri ?
“hehe,,,,mulanya aku hanya terkekeh
dan geli pembahasan topic ini. Tetapi setelah dipikirkan kembali, diusiaku yang
telah menginjak 22 tahun bahkan akan memasuki usia 23 tahun sudah layak bagiku
untuk memikirkan hal tentang pernikahan terutama sosok imam yang akan
menjadikan aku makmumnya.
“ketika seseorang bertanya, antara
ikhwan atau hanif. Tentunya aku mengharapkan calon imamku adalah seseorang
ikhwan yang statusnya sama sepertiku. Yang kondisi tarbiyahnya sama pula
denganku, yang tujuan dakwahnya sama pula denganku. Karena sosok akhwat pasti
mengharapkan sosok yang baik yang akan menunjang aktivitas dakwahnya pula”
Dan sebaliknya ketika aku dihadapkan
kepada 2 pilihan
“mana yang akan engkau pilih sosok
lelaki yang berbeda manhaj atau hanif??”
Aku akan menjatuhkan pilihanku
kepada sosok yang hanif,,,,
Bagiaman aku memilihnya ??
Karena sejatinya aku butuh lelaki
yang akan menguatkan pungung-pungung dakwah yang selama ini aku tekuni. Ketika aku
memilih sosok yang berbeda manhaj kepadaku, maka sejatinya syurga seorang istri
dibawah telapak kaki suami. Seorang istri harus menurut kepada suami ketika
perintah suami itu masih benar dan mengarah kepada kebaikan. Maka ada
kemungkinan aku akan berada dalam manhaj yang sama dengan suamiku dan aku harus
berlabuh dari manhaj yang selama ini aku tekuni. Ya perbedaan manhaj itu hanya
perbedaan furu’. Selagi kita masih menyembah Allah serta berlandaskan kepada
Alquran dan Alhadist sebenarnya tidak menjadi masalah. Dakwah tetap sama
tujuannya yaitu mengajak untuk menyembah kepada Allah, mungkin hanya caranya
saja yang berbeda. Seseorang tarbiyah berdakwah dengan caranya pula, seorang
salafi berdakwah denagn cara mereka pula… tetapi tujuannya tetap sama. Dan ini
tentunya akan kembali pula kepada kesepakatan diantara kedua belah pihak,
apakah sang istri akan berpindah manhaj mengikuti suami atau malah sebaliknya
sang suami akan mengikuti manhaj istri. Atau pilihan alternative ketiga,,,,kedua
belah pihak sepakat tidak mempermasalahkan perbedaan manhaj ini yang penting
tujuannya tetap sama yaitu berdakwah… I think it’s no problem….
Tetapi ini bukan tentang itu sahabat,,,,,
Bagaimana bisa aku lebih memilih
kepada seseorang yang hanif dibanding dengan seseorang yang jelas-jelas aku
tahu ibadahnya tak perlu aku ragukan lagi namun manhajnya berbeda denganku?
aku muslimah tarbiyah dan ia ikhwan
salafi misalnya?
Ini tentang bagaimana aku mencintai
sesuatu sahabat….
Bagaimana aku mencintai tarbiyah
yang telah melahirkan aku,, ini tentang rasa kesetianku pada tarbiyah yang
telah aku jalani selama 7 tahun lebih.
Ini juga tentang nilai kenyamanan
sahabat…
Aku telah merasakan kenyamanan pada
tarbiyah ini,
Bukan..
Ini bukan tentang nilai siapa yang
benar dan siapa yang salah?
Ini bukan tentang siapa yang lebih
benar jalannya??
Ini hanya sekedar kenyamanan dan
kecintaan sahabatku,,,,
Bagaimana engkau akan meninggalkan rumah
yang selama ini telah engkau tinggali, telah membuatmu nyaman,, telah menjadi
saksi perubahanmu berhijrah. Kini dalam sekejap mata engkau harus memilih untuk
meleparkan pandanganmu kepada rumah yang lain… tentunya engkau merasa sedih
bukan sahabat?? Tentunya engkau akan berat untuk menjauhkan langkahmu menuju
rumah barumu ?
Sekali lagi sahabat ini bukan
tentang siapa yang benar dan siapa yang baik…
Ini soal kenyamaan dan kecintaanku
kepada jalan yang telah aku lalui, mereka yang menemani proses –proses panjang
hijrahku hingga aku berada disini. Bagaimana aku tak merindukan ukhti-ukhti
yang selalu menemani lingakaran liqoku,,,bagaimana bisa aku melepaskan
kenangan-kenangan indahku kepada murabbi-murabbi yang menghantarkan jalan
tarbiyah ini kepadaku…
Bagaimana aku memilihnya ?
Bagaimana aku bisa memilih yang
hanif….
Ya,,, seseorang yang hanif mungkin
mereka tidak mengenal istilah tarbiyah, salafiyah atau manhaj yang lainnya, juga
mungkin ia tidak mengenal istilah murabbi, mutarabbi, liqo, Agenda Wajib,
almatsurat dll.
Tetapi ini tentang nilai kenyamanan
sahabat….
Ketika aku dipersunting dengan sosok
yang hanif yang belum mengaji (Lq), bagiku ini akan menajadi jalan
dakwahku,,,bagiku ini akan menjadi ladang pahalaku yang semoga Allah
menghadiahkan syurga kepadaku. Ini ladang dakwahku, untuk mengarahkan suamiku
untuk mulai mengaji,, memahamkan suamiku akan akitivitas dakwahku..
Karena merubah arah haluan kapal di air
yang tenang itu lebih mudah daripada merubah haluan kapal di air yang
bergelombang,, pasti engkau sedikit akan merasakan kesulitan bukan???
Semoga ;Allah melabuhkan aku kepada
sosok imam yang baik bagi pandangan Allah aamiin….
JJJ
Aku merindu pada rumah yang berbau
syurga, aku merindu pada rumah yang didalamnya selalu terdengar muratal-muratal
untuk memuji kepada-Nya .
Pekanbaru, 26 Desember 2015 @11.25 wib Al-araf kost
Tidak ada komentar:
Posting Komentar