Aku bukanlah penyair yang pandai meluapkan semua
perasaan cintanya dalam bait-bait puisi.
Aku juga bukan seorang novelis yang bisa
menceritakan kisah percintaannya dalam bukunya
Namun aku hanya seperti bulan yang mengagumi
matahari diam-diam, tak bisa bertemu dan takkan menyatu. Cukup dari jarak yang
jauh ia mampu mengamati sosoknya
Aku juga bukan seperti bunga dan kumbang yang saling
melengkapi
Juga bukan seperti kisahnya yang menjadi suri taulan
umat yaitu Rasulullah dan Khadijah,
Namun aku hanya gadis dengan sepenggal rasa cinta
yang tersembunyi.
Kenapa tidak mengungkapkan jika kau mencintainya ??
Kenapa tak kau tunjukkan signal agar ia menerima
kode-kode rasamu
Kenapa tak kau beranikan dirimu dihadapannya
Sukakah engkau menyimpan rasa ini????
Ah,,,,ini bukan seperti sebuah pertanyaan bagiku,,
ini seperti sebuah sindiran betapa lemah dan tak bernyalinya diriku. Lagi pula
aku bukan permata, yang tanpa diberi tanda setiap ujung mata berniat memilikinya.
Ah,,,,sekali lagi aku mencaci diriku !!!
Biarlah apa yang kurasa cukup Dia yang maha pemilik
kasih sayang yang mengetahuinya,
Biarlah,,,aku akan biarkan pria diujung sana. Aku pun
tak tahu jika keberanian ini aku kumpulkan apakah mungkin rasa ini akan
berbalas senyuman atau bahkan kesedihan??
Jarak,,,
Mungkin benar, semakin kau perbesar langkahmu menjauh
maka jarakmu untuk meraihnya semakin jauh pula, tapi biarlah rasa ini aku
simpan. Karena jejak ini telah ku buat karena
kisah ini telah aku torehkan maka biarlah waktu yang akan menjawabnya.
Sakit,,,,
biarlah sakit,, karena hati tak harus selalu
bahagia. Ada masa ia perlu merasa sakit agar kebal jika terkena yang kedua,
Sakit,, ketika engkau tahu sosok yang impikan
mengagumi sosok lain selain dirimu,
Ketika engkau sadari sosok diseberang telah mengikat
janji dengannya
Tak apa,,,,aku akan membuat jejak jarak itu semakin
jauh, aku akan membuat jejak sakit itu semakin dekat agar hati ini tahu rasanya
ikhlas. Agar hati belajar untuk tak berani mendahului kuasa-Nya dan agar hati
ini sadar bukan ini yang terbaik untuk dirinya
Biarlah hati ini kembali bersih dan kosong, biarlah
rasa ini kembali bersemi hanya atas izin dari-Nya, hanya dan hanya Ia telah
izinkan pertemuan dua hati itu menyatu.
Maka izinkan aku memendam rasa ini, agar sejarah tak
tahu bahwa aku secara diam-diam telah menaruh rasa kepada sosok yang belum
jelas statusnya. Biarlah ini menjadi masa lalu karena darinya aku belajar
mendaki masa depan.
Tak apa,,,aku perlu sakit dan jatuh terlebih dahulu
agar aku tahu bahwa ujung kuasa-Nya itu pasti bahagia ,,,,,,,,:-) :-)
Pekanbaru,
8 Februari 2016
Tidak ada komentar:
Posting Komentar