Minggu, 29 Maret 2015

Dalam Temaran Hujan

—  Setitik hujan kini terdengar membasahi atap gedug yg semakin menjulang ke angkasa, tak pandang bulu hujan telah membasahi seluru bumi ini.Kini kita telah terbungkus dalam nuansa teduh dan dingin nya air yang tak kunjung jua ingin berhenti. Mungkin hujan ingin bercengkarama dg kita….mungkin pula hujan ingin menyapa dan membelai kita dengan airnya karena telah lama ia tak turun…mungkin pula hujan ingin menyuarakan suara nya kepada kita untuk melepas rindu kepada bumi yng sudah kering kepada debu yang semakin tebal kepada tanah yang semakin kering dan semakin kering.
Hujan sengaja turun hari ini? jangan menggerutu atau bahkan benar kali ini kita sedang menggerutu karena hujan yang tak henti2 menggujur bumi kaena terhambta semua tugas2 kita.. jangan pernh menyalakn Hujan ! Karena ketika kita menyalahkan Hujan berarti kita telah marah pada yang menciptakan…. hujan juga tak pernah ingin mengguyur kita hingga kita kedingginan ..hujan juga tak bermaksud mengganggu segala aktivitas kita..hujan hanya menjalnkan kewajibannya …bukn kah kita wajib menjalankan segala kewajiban kita ??? nah seperti itu pula Hujan…. bkan ingin mengganggu tetapi ia hanya bermaksud baik…menghijaukan daun yang telah kering …mnyiram debu yang semakin tebal….mengisi tong2 air yang kosong mengisi sumur yang kering…maka sesungguhnya Hujan adalah rahmat ” ia adalah waktu yang Mustajab untuk Berdia” percayalah hujan tak bermaksud jahat tetapi ia bermaksud untuk berbagi kepada bumi…maka jika hatimu meggerutu karena hujan ingatlah dan bacalah
” Allahuma shaiban nafi’an ” " ya Allah turunkan pada kami hujan yang bermanfaat "
 (Hr. Bukhari)..

Tidak ada komentar: