Sudah 3 hari aku dirumah, sengaja meliburkan
aktivitas kuliah ku. Sengaja menenangkan pikiranku yang sumpek dengan segudang
materi kuliah yang mmebuat kepalaku memberontak meminta libur untuk sejenak
mendinginkan dan merefresh kesegaran otak agar aliran darah ini kembali mengalir
lancer dan kembali mengisi energy-energi baru yang akan menghasilkan ide-ide
cemerlang.
Seperti yang sudah ku duga, kepulanagna ku kali ini
benar-benar telah dinanti, disambut denagn senyuman ibu ku, kakak dan
keponankan ku. Mungkin inilah ungkapan yang mampu mereka lontarkan dari wajah
mereka setelah hampir 5 bulan kurang tidak bertemu dan bertatap wajah.
Tangan kosong mungkin akan mengecewakan mereka.
Alhamdulillah aku telah menyaipakn sedikitnya oleh-oleh dari pekanbaru untuk
keluargaku, bukan oleh-oleh yang mahal sekedar 2 kotak brownies cokelat dengan
harga yang miring yaitu Rp 13.990. prinsip ku tidak perlu mahal asal kita
datang denagn tangan ikhlas memberikan kepada mereka pasti mereka kan senang
sekali.
Satu pelajaran yang dapat aku petik “ kebahagian itu
tidak perlu dicapai atau diwujudkan denagn sesuatu yang berniali mahal sekali,
namun denagn harga yang semurah-murahnya dan keikhlasan tulus dari hati kita
itu lebih bermakna dan bernilai”
Banyak nuansa yang berebda yang kuraskana,,udara
subuh hari yang begitu dingin berbeda dengan kota pecan baru yang tak pernah
mengenal siang dan malam selalu menggerahkan tubuhku bahkan sleimut bagai tak
pernah ku kenakan sewaktu tidur. Kipas angin pun terasa tak cukup untuk
menyejukkan udara yang begitu menggerahkan bahkan terkadang aku tertidur di
lantai tanpa alas apapun.
Masakan ibu yang enak, kejahilan dan kelincahan
keponakkan ku yang membuat ku tak berhenti tertawa. Semuanya begitu terasa
nyata sekarang ini. Nyata didepanku nyata ku rasakan bukan seperti mimpi
kerinduan yang kutahan berbulan-bulan lamanya.
Seperti biasa, sengaja kau bawa semua tugas-tugas
kuliah, berharap dapat ku kerjakan di rumah selagi ada waktu luang namun
alhasil semuanya tersimpan di niatan saja. Tak satupun kuselesaikan diisni,
membuka laptop pun ku enggan asyik bercengkrama dengan nuansa kekeluargaan yang
meleburkan semua gelak tawaku, meleburkan waktu ku hingga tanpa sadar waktu
terkadang sudah sore dan berakhir dimalam semuanya ku lalui tanpa sadar.
Seperti hari ini., hari sabtu hari kedua berada
dikampung seseorang tetangga sengaja bertamu kerumah mengobrol dengan ku
seputar putrinya yang usianya tidak jauh berbeda denganku , mungkin berbeda 1
tahun atau hanya beberapa bulan saja.
Ia bercerita panjang lebar tentang semangat putrinya
yang ingin kuliah, namun dana yang tidak ada. seperti inilah kehidupan
masyarakat desa, bisa makan itu sudah syukur sekali. Orang tua man ayang tidak
ingin melihat anaknya sukses dengan gelar dibelakangnya dengan sederatan
prestasi di belakang namany ayang akan mengangakt derajat keluarganya.
Aku hanya bisa menganggukan kepalaku sebagai tanda
aku menjadi pendengar yang baik untuk setiap cerita-ceritanya. Seperti inilah
penilaian masyarakat desa mereka terlalu berharap dengan terlalu kolot dalam
hal pandangan. Bagi mereka Kuliah itu akan membuat anak nya hidup sukses alias
kaya harta, intinya kuliah selama ini ditujukkan untuk merubah nasib semata.
Bagi mereka orang yang kuliah pasti akan segera kaya.
Inialh nasehat dan tanggapan ku kepada ibu tersebut
juga kepada orang tuaku,
“ Kuliah itu untuk menuntut ilmu, kaya atau
miskinnya seseorang itu bergantung pada dirinya sendiri. Rajin atau malas kah
ia bekerja, berusaha dan meminta kepada Allah yang menjadi penentu kesuksesan
dia kelak. Maka janganlah terlalu meminta kepada sang anak untuk menjadi orang kaya
ketika ia telah kuliah, bangku kuliah adalah wadah ia menuntut ilmu, wadah
proses yang akan mengubah pola pikirnya menajdi lebih dewasa, yang semula hanya
memikirkan dirinya kini beralih menjadi bagaimana untuk memikirkan keluarga,
memikirkan masa depannya. Yang dengan pola piker inilah yang membuatnya
memiliki sutau tekad untuk menjadi yang lebih baik, maka tak jarang kita temua
mereka yang kuliah ada ynag sukses dengan begitu cepa, ketika selesai wisuda
langsung mendapatkan jabatan yang bagus, bahkanjuga kita temua mereka yang
kulaih namun tak berpenghasilan apa-apa atau bahkan melenceng dari jurusna yang
mereka minati. “
Maka kembali lagi sya katakana personal kitalah yang
menentukan kesuksesan kita, kita kuliah pun tetapi jika kita sendiri tidak memiliki
usaha untuk maju maka hasilnya sama dengan nol
Seperti rumus fisika
W= F.s = 0
Gaya yang kita lakukan atau niatan yang kuat namun
tidak disertai dengan kerja (gerak) yang nyata sama dengan angan-angan belaka.
Maka sejatinya usaha yang maksimal itu adalah ketika
kita memiliki niat atau dorongan dalam hal ini kita anggap sebagai sebuah gaya
(F) serta kita lakukan dengan terus-terus bergerak sehingga kita mengalami
perubahan posisi setahap-setahap (S) maka hasil yang indahlah pada akhirnya.
Dan Alhamdulillah sejak aku berikan gambaran seperti
itu ibuku berubah dalam hal pandangan, ia tidak pernah menuntut kami ini itu.
Ya sejatinya
kuliah itu tempat ilmu bukan temapt mencari hara,,,jikalau kita ingin
kesuksesan itu kita lah yang harus membuka gerbang dan gembok suskes itu,
kuliah hanyalah salah satu fasilitas yang akan mengahntarkan dan melancarkan
jalanmu
Aku sangat bersyukur bisa merasakan bangku
perkuliahan ini, karena dengan pemikiran masyarakat yang minim, daya tarik
untuk kuliah yag kecil membut ku harus menampilkan sesuatu yang beda. Kami ynag
bisa kuliah memiliki tugas utamauntuk mencerdaskan dan memberikan pengajaran
kepada mereka yang tidak pernah mengemban bangku perkuliahan. Kau tidak ingin
gadis belia usia 13-15 tahun yang baru mendapatkan ijazahnya keesokkan harinya
langsung mendapatkan formulir pernikahan. Miris terkadang, ya inilah kenyatana
dari sebuah kehidupan. Ketika ada yang kaya pasti ada juga yanga miskin, ketika
ada yang mampu kuliah pasti ada juga yang susah untuk kuliah dan ujung-ujungnya
berakhir diusia muda berdiri dipelaminan dan menggendong seorang baby kecil.
Hmm,,,hidup terkadang terlalu mudah untuk di
gambarkan bagi orang-orang desa, yang penting sudah sekolah kalau tidak ada
mampu lagi ya menikah.
Padahal jika dipikirkna banyak sekali rahasia
kesuksesan yang belum sempat kita buka, setiap orang punya pintu kesuksesan
masing-masing maka sedih sekali jika kita tidak pernah memikirkannay
Pernahkah
kita berpikir dalam merenungi nasib kita
“bagaimana ya kehidupanku kelak ??”
“ apa ya usaha yang bisa ku lakukan aunatuk merubah
nasibku yang pas-pasan begini ?”
“ hmmm,,,,,kerja apa ya yang bisa aku hasilkan untuk
membantu keekonimoan keluarga?”
Mungkin hanya
bebrapa orangyang sempat terlintas pikiran kecil ini.
Semoga saja keberadaan aku bersama saudar-saudara ku
yang mampu mengenyam bangku perkuliahan ini mampu memberikan inspirasi dan
merubah pandagan seluruh orang desa. Karena sejatinya hanya dnegan ilmu kita
kan bahagi dunia dan akhirat
Aku jadi terinat sebuah hadist yang mengatakan
“ Barang siapa yang ingin bahagia Dunia maka
hendaklah berilmu”
“ barang siapa yang ingin bahagia Akhirat hendaklah
dengan ilmu “
“ dan barang siapa yang ingin bahagia dunia dan
Akhirat juga hendaklah denagn ilmu “
“ bukankah Allah juga sudah mempertegas dalam Qs.
Al- Mujadalh ayat 11
“ allah akan meninggikan derajat orang-orang yang
berilmu lebih tinggi
Maka tuntulah ilmu dari siapapun,
dimanapun,,,,selagi kita mampu. Ilmu tidak pernah memandnag usia dan masa…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar