MASIH DALAM STATUS PENUH
PERTANYAAN??
Kucing
pun terkantuk-kantuk melihat eksperi wajah ku yang terkesan binggung alias
linglung dalam dua hari ini. Aku pun juga masih bertanya-tanya, gerangan apa
yang merasukiku, kini aku merasakan lelah dari sekujur tubuh ku hingga membuat
ku lelah untuk melangkahkan kakiku, padahal selama perjalanan mengajar tadi
sudah terbayang dipikiranku sederatan agenda yang siap aku lumat malam ini. Tetapi
kenyataannya tak satupun mampu ku sentuh dan kuselesaikan bahkan drama yang
siap aku santap malam ini pun tak ku sentuh. Seolah-olah aku berada dalam titik
jenuh untuk melakukan rutinitasku sehari-hari. laptop yang tak pernah berhenti
dari menyalanya pun kita teronggok tak terurus begitu saja terdiam dalam kondisi
layar yang padam. Tak ku dengar lagi bunyi tuts,,tutss dari keyboard yang
selalu kumainkan,, tak ku dengar lantunan muratal dari thaha, dan juga tak ku
dengar lagu favoritku di minggu ini yaitu lagu “ Pangeran Syurga dari mbak
Febrianti Almeera seorang penggagas be a great Muslimah.
Sampai-sampai
kakak sekamarku terlihat mencemaskanku,,, selalu ku dengar pertanyaan yang sama
“kamu kenapa dek ?””
Dan jawabanku pun masih sama tanpa nada
semangat “ bosaaaann kak,,,,”
Rasanya
bosan kini menggantikan semangat yang selalu ku patrih dalam dadaku,, pikirku
mungkin efek asap yang kian lama berada dalam level berbahaya,,,,terpaksa
aktivitas di luar ruangan pun harus dikurangi semakin membuat ku terkurung di
dalam kamar yang berukuran kecil yang semakin terlihat kecil dan menambah level
kebosanaan yang kurasakan berada di level puncaknya,,,,LL
Hingga
di malam ini ku coba untuk mengatasi level kebosananku dengan meminta sedikit
pencerahan alias nasihat dari kamar sebelah. Pikirku mungkin hati ku sedikit
terkotori oleh partikel-partikel asap yang kian menebal kali ya JJ heheh ringisku dalam kebosanan
Namun
bukan nasehat yang ia berikan kepadaku tetapi berubah kata-kata pesan
perenungan untuk diriku mungkin ada yang salah dengan ruhiyah ku alias hatiku
yang mulai terkotori. Aku pun ikut menuruti perkataanya untuk mulai bertanya
kepada diriku sendiri hingga terpikir mungkin
kebosananku ini tumbuh karena ruhiyahku yang melemah atau karena kedekatanku
kepada Tuhan yang akhir-akhir ini terlihat mengendor. Bahkan dalam satu minggu
ini aku hanya bersua dengannya satu kali di waktu sepertiga malamnya itupun tak
banyak cerita yang kukaduhkan padanya,,,,
Memang,,,aku
akui akhir-akhir ini aku seperti mewawancari diriku sendiri,,bertanya dan
kemudian menjawab pertanyaanku sendiri
Seperti
pertanyaan
“kapan
aku seminar dan skripsi ?”
“bisakah
aku mendapatkan jodoh yang sholeh yang siap menuntunku menjadi muslimah yang
sholehah untuk menghapus masa-masa jahiliyahku ?”
“terus
bagaimanakah potensi diri yang ku miliki, bisakah ku kembangkan bakat tulis
menulis ku yang masih amatiran ni ??”
“
terus prestasi apa yang telah ku torehkan selama perkuliahan ini, hal ini masuk
deretan yang aku pikirkna karena melihat temanku yang selalu lancar dalam mengikuti event kampus seperti pKM dll “
“
bahkan aku pun mempertanyakan,,, kapan aku mampu membuka usaha sendiri,, kapan
aku mulai untuk berbisnis?’
Terlalu
banyak pertanyaan yang aku tarungkan di pikiranku sampai-sampai membuat ku
lelah untuk menjawabnya,,,, aku hanya menunggu atas pertanyaan yang aku ajukan
apakah akan segera terjawab dengan jawaban yang memuaskan atau ternyata Allah
membelokkan semua pertanyaan ku kepada suatu takdir yang lebih baiklagi,, aku
hanya seorang pengamat dan hanya sebagai seorang pemain yang menunggu kapan scenario
dari peranku akan dimainkan. Sejatinya aku sebagai manusia pastilah akan
merasakan kebosanan itu,,kegundahan itu dan hal-hal lainnya. Karena sesunggunya
semua akan kembali kepada snag sutradara yang paling tinggi yaitu Allah Azza Wa
jal sang sutradara yang sudah menyiapkan peranku dengan sebaik-baiknya.. bahkan
ia adalah sutradara yang selalu memberikan apa yang kita butuhkan bukan apa
yang kita inginkan
Bukan
teman-teman sendiri sering mendengar istilah ini
Allah
memberikan apa yang kita butuhkan bukan apa yang kita inginkan.
So sahabatku,,,,aku
kamu dan kita mari sama-sama kita mengukir hal-hal positif untuk masa depan di
pikiran kita stop negative thinking agar Allah pun memberikan hal yang
baik-baik untuk kita. Inipun semakin membuat ku teringat “ Ketentuan Allah itu
sesuai prasangka hamba-hambanya,,,,””
So,,,mari
kita terapkan positive thinking di pikiran kita dan belajar untuk menerima apa
yang Allah berikan karena belum tentu apa yang kita anggap baik itu baik, dan
belum tentu apa yang kita anggap buruk untuk kita itu buruk….. aku pun sama
seperti kalian yang masih menunggu pertanyaan-pertanyaan ku terjawab sesuai
harapanku, yang baik menurutku juga baik menurut Tuhanku sang pemegang takdir.
Selamat rehat sahabat
Pekanbaru,, 18 September 2015 23.13 wib
Tidak ada komentar:
Posting Komentar