Jumat, 18 September 2015

MASIH DALAM STATUS PENUH PERTANYAAN??

MASIH DALAM STATUS PENUH PERTANYAAN??

Kucing pun terkantuk-kantuk melihat ekspresi wajahku yang terkesan binggung alias linglung dalam dua hari ini. Aku pun juga masih bertanya-tanya, gerangan apa yang merasukiku, kini aku merasakan lelah dari sekujur tubuh ku hingga membuat ku lelah untuk melangkahkan kakiku, padahal selama perjalanan mengajar tadi sudah terbayang dipikiranku sederatan agenda yang siap aku lumat malam ini. Tetapi kenyataannya tak satupun mampu ku sentuh dan kuselesaikan bahkan drama yang siap aku santap malam ini pun tak ku sentuh. Seolah-olah aku berada dalam titik jenuh untuk melakukan rutinitasku sehari-hari. laptop yang tak pernah berhenti dari menyalanya pun kita teronggok tak terurus begitu saja terdiam dalam kondisi layar yang padam. Tak ku dengar lagi bunyi tuts,,tutss dari keyboard yang selalu kumainkan,, tak ku dengar lantunan muratal dari thaha, dan juga tak ku dengar lagu favoritku di minggu ini yaitu lagu “ Pangeran Syurga dari mbak Febrianti Almeera seorang penggagas be a great Muslimah.

Sampai-sampai kakak sekamarku terlihat mencemaskanku,,, selalu ku dengar pertanyaan yang sama “kamu kenapa dek ?””
 Dan jawabanku pun masih sama tanpa nada semangat “ bosaaaann kak,,,,”
Rasanya bosan kini menggantikan semangat yang selalu ku patrih dalam dadaku,, pikirku mungkin efek asap yang kian lama berada dalam level berbahaya,,,,terpaksa aktivitas di luar ruangan pun harus dikurangi semakin membuat ku terkurung di dalam kamar yang berukuran kecil yang semakin terlihat kecil dan menambah level kebosanaan yang kurasakan berada di level puncaknya,,,,LL


Hingga di malam ini ku coba untuk mengatasi level kebosananku dengan meminta sedikit pencerahan alias nasihat dari kamar sebelah. Pikirku mungkin hati ku sedikit terkotori oleh partikel-partikel asap yang kian menebal kali ya heheh ringisku dalam kebosanan
Namun bukan nasehat yang ia berikan kepadaku tetapi berubah kata-kata pesan perenungan untuk diriku mungkin ada yang salah dengan ruhiyah ku alias hatiku yang mulai terkotori. Aku pun ikut menuruti perkataanya untuk mulai bertanya kepada diriku sendiri hingga terpikir  mungkin kebosananku ini tumbuh karena ruhiyahku yang melemah atau karena kedekatanku kepada Tuhan yang akhir-akhir ini terlihat mengendor. Bahkan dalam satu minggu ini aku hanya bersua dengannya satu kali di waktu sepertiga malamnya itupun tak banyak cerita yang kukaduhkan padanya,,,,

Memang,,,aku akui akhir-akhir ini aku seperti mewawancari diriku sendiri,,bertanya dan kemudian menjawab pertanyaanku sendiri
Seperti pertanyaan
“kapan aku seminar dan skripsi ?”
“bisakah aku mendapatkan jodoh yang sholeh yang siap menuntunku menjadi muslimah yang sholehah untuk menghapus masa-masa jahiliyahku ?”
“terus bagaimanakah potensi diri yang ku miliki, bisakah ku kembangkan bakat tulis menulis ku yang masih amatiran ni ??”
“ terus prestasi apa yang telah ku torehkan selama perkuliahan ini, hal ini masuk deretan yang aku pikirkan karena melihat temanku yang selalu lancar dalam  mengikuti event kampus seperti pKM dll “
“ bahkan aku pun mempertanyakan,,, kapan aku mampu membuka usaha sendiri,, kapan aku mulai untuk berbisnis?’

Terlalu banyak pertanyaan yang aku tarungkan di pikiranku sampai-sampai membuat ku lelah untuk menjawabnya,,,, aku hanya menunggu atas pertanyaan yang aku ajukan apakah akan segera terjawab dengan jawaban yang memuaskan atau ternyata Allah membelokkan semua pertanyaan ku kepada suatu takdir yang lebih baiklagi,, aku hanya seorang pengamat dan hanya sebagai seorang pemain yang menunggu kapan scenario dari peranku akan dimainkan. Sejatinya aku sebagai manusia pastilah akan merasakan kebosanan itu,,kegundahan itu dan hal-hal lainnya. Karena sesunggunya semua akan kembali kepada snag sutradara yang paling tinggi yaitu Allah Azza Wa jal sang sutradara yang sudah menyiapkan peranku dengan sebaik-baiknya.. bahkan ia adalah sutradara yang selalu memberikan apa yang kita butuhkan bukan apa yang kita inginkan
Bukan teman-teman sendiri sering mendengar istilah ini
Allah memberikan apa yang kita butuhkan bukan apa yang kita inginkan.

So sahabatku,,,,aku kamu dan kita mari sama-sama kita mengukir hal-hal positif untuk masa depan di pikiran kita stop negative thinking agar Allah pun memberikan hal yang baik-baik untuk kita. Inipun semakin membuat ku teringat “ Ketentuan Allah itu sesuai prasangka hamba-hambanya,,,,””
So,,,mari kita terapkan positive thinking di pikiran kita dan belajar untuk menerima apa yang Allah berikan karena belum tentu apa yang kita anggap baik itu baik, dan belum tentu apa yang kita anggap buruk untuk kita itu buruk….. aku pun sama seperti kalian yang masih menunggu pertanyaan-pertanyaan ku terjawab sesuai harapanku, yang baik menurutku juga baik menurut Tuhanku sang pemegang takdir.
Selamat rehat sahabat
Pekanbaru,, 18 September 2015 23.13 wib

Tidak ada komentar: