Jumat, 11 Maret 2016

BAGAIMANA BERBICARA TENTANG HATI ??



Hati,,,,,
Bagaimana menggambarkan kata-kata untuknya
Hati….
Bagaimana pula melukiskan sketsa untuk menceritakan tentangnya pada kanvas yang tak bernyawa
Hati ….
Bagaimana untuk berbicara tentangnya??

Feeling…
Ya kebanyakan kita berfikir hati adalah Feeling kita,, feeling about all
Sedih, happy, haru, takut
Bagaimana aku mampu berbicara tentang hati??
Yang kekuatannya mampu menggerakkan yang kekuatannya mampu menghancurkan
“Dan di dalam tubuh manusia ada segumpal daging yang dinamakan hati, apabila hati kita bersih maka bersihlah semua amal kita dan sebaliknya apabila hati kita kotor maka kotorlah semua amal ibadah kita

Masih…??
Aku masih binggung untuk mengabstrakannya, aku binggung sambil memeganginya. Bagaimana mungkin ia yang katanya sebesar kepalan tangan ini mampu menjadi penentu bersihnya amal kita??

Hati……
Ini soal koordinator…..garis koordinator yang begitu rapi, yang tak pernah salah dalam mengambil perannya dari sang rabb
Bermula dari Hati, keotak lalu ke  saraf sensorik dan berakhir di saraf motorik…
Sempurna bukan??
Lalu,,,,siapakah yang menciptakan kerumitan koordinator ini yang begitu sempurnya ? ya dia adalah Sang khalik,,,,Sang Khalik yang bersifat Al-Qadir yang berkuasa atas segala hambanya..
Hati….
Lalu,,,bagaimana kita mengatur hati ini??
Lalu bagaimana kita menjaga kejernihan hati ini, jernih dari dengki, jernih dari hal-hal kemaksiatan.. dan menyimpan sumber segala kebaikan??
Hati…
Yang aku tahu….ia mampu membuat ku ragu dan bimbang. Ragu bertindak, ragu dalam mengambil keputusan dan mantap juga dalam memutuskan.
Hati…..ini tentang iman, tentang keistiqomahan, tentang arti sebuah kejernihan amal
Bersih hati, bersih amal dan positif perbuatan
Maka
Katakan pada hati mu,,,katakan pada segumpal daging ini , katakan semua hal-hal kebaikan untuknya. Agar ia selalu tercharger dengan energi-energi positifnya
Maka aku teringat bagaimana Rasulullah bersabda tentang doa dari nabi Daud
 “ yaa muqallibal quluubi tsabbit qalbi ‘alaa diinika”
(Wahai Dzat yang membolak-balik hati, tetapkanlah hati saya untuk memeluk agama-Mu)
Serta berdoalah
“ Allahumma inni as’aluka hubbaka man yuhibbuka wal-‘amalal-ladzii yuballighunii hubbaka. Allahummaj’al hubbaka ahabba ilayya min nafsii wa ahlii wa minal-maa’il-baaridi”
“ wahai Allah sesungguhnya saya bermohon kepada-Mu untuk dapat saling mencintai-Mu, mencintai orang-orang yang mencintai-Mu, dan amal perbuatan yang dapat mneghantarkan saya untuk mencintai-Mu. Wahai Allah jadikan cinta kepada-Mu melebihi cinta saya kepada diri saya sendiri, keluarga saya, dan melebihi daripada air yang sejuk (Riwayat At-turmudzy)”

Agar hati  ini hanya berbicara tentang keistiqomahan, ketaqwaan dan kecintaan pada sang penciptanya….!!!!
Karena Hati tak pernah salah…..
Karena Hati ….aku mampu mengatakan ya Saudaraku Ana Uhibbuki fillah
Yang karenanya, Hatiku mampu bergetar, bergetar ketika bersujud digelapnya malam, bergetar ketika merasakan cinta, bergetar ketika merasakan kepiluan dan bergetar ketika aku merasa Sang Khalik selalu punya rencana yang Indah untukku.
Karena Hati ini sumber untuk…untukku merasa aku perlu mengasihi mereka
Mengasihi sesama dan terutama meminta kasih dari sang maha pengasih…..
“Karena HATI __ AKU BERBICARA TENTANG-NYA”
Dan segala sesuatu yang berasal dari hati akan sampai ke hati pula”


Tidak ada komentar: