Sedih …
Kondisi
yang sering menerpaku,,,,
Kondisi
dan situasi yang tak mampu terjamah olehku,,,,,
Bahwakan
ia tak mampu dijamah oleh waktu,,,
Immediately…tetiba-tiba
datang tak diundang disaat cuaca tak menunjukkan gerimis atau pun awam
mendung,,,,
Saat
situasi bibir ingin tertawa, saat cuaca hati ingin bersorak riah. Ada tamu yang
tak sengaja singgah. Membuat mata yang bening kini berkaca-kaca, bibir yang
terkulum senyum kini berubah sketsa…
Apalah
arti tawa jika bibir itu kini muram?? Apalah arti tawa jika hati itu kini
kosong tak berasa apa-apa,,,,bahkan mungkin detakan itu kini berhenti.
Lalu
apa pula makna tawa dari bibir yang indah memperlihatkan bulatan kecil di pipi,…ah
lesung pipi yang indah itu hanya terlihat ketika bibir ini tertawa,
Benarlah
apa yang dikatakan Azhar Nurun Ala “tidak apa..!!!!!!! sesekali kamu memang
mesti menangis. Karena tidak semua gerimis berujung pelangi yang manis”
Ya,,,,sesekali
kita layak merasakan sedih itu, karena sedih mengajarkan arti kesakitan. Sakit melihat
mereka-mereka yang terluka. Sekali lagi,,,,gerimis tak selalu berujung pelangi.
Lalu,,,,,,bagaimana
aku akan mengakhiri sketsa indah tentang tawa itu ???
Jika
ternyata yang diinginkan mata dan hati ini adalah tentang arti kesedihan,,,
Allah
memang maha Adil menciptakan semua seimbang.
tawa
dan sedih,,,, keseimbang sisi
lain yang Allah ciptakan
Dan bergantung pada diri kita bagaimana
mengapresiasikan rasa ini ??
Pekanbaru,
3 Februari 2016
“Dalam Sketsa Rasa”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar