Rabu, 03 Februari 2016

Sketsa Tawa dan Sedih...???


Sedih …
Kondisi yang sering menerpaku,,,,
Kondisi dan situasi yang tak mampu terjamah olehku,,,,,
Bahwakan ia tak mampu dijamah oleh waktu,,,
Immediately…tetiba-tiba datang tak diundang disaat cuaca tak menunjukkan gerimis atau pun awam mendung,,,,
Saat situasi bibir ingin tertawa, saat cuaca hati ingin bersorak riah. Ada tamu yang tak sengaja singgah. Membuat mata yang bening kini berkaca-kaca, bibir yang terkulum senyum kini berubah sketsa…
Apalah arti tawa jika bibir itu kini muram?? Apalah arti tawa jika hati itu kini kosong tak berasa apa-apa,,,,bahkan mungkin detakan itu kini berhenti.
Lalu apa pula makna tawa dari bibir yang indah memperlihatkan bulatan kecil di pipi,…ah lesung pipi yang indah itu hanya terlihat ketika bibir ini tertawa,
Benarlah apa yang dikatakan Azhar Nurun Ala “tidak apa..!!!!!!! sesekali kamu memang mesti menangis. Karena tidak semua gerimis berujung pelangi yang manis”
Ya,,,,sesekali kita layak merasakan sedih itu, karena sedih mengajarkan arti kesakitan. Sakit melihat mereka-mereka yang terluka. Sekali lagi,,,,gerimis tak selalu berujung pelangi.

Lalu,,,,,,bagaimana aku akan mengakhiri sketsa indah tentang tawa itu ???
Jika ternyata yang diinginkan mata dan hati ini adalah tentang arti kesedihan,,,
Allah memang maha Adil menciptakan semua seimbang.
tawa dan sedih,,,, keseimbang sisi lain yang Allah ciptakan
Dan bergantung pada diri kita bagaimana mengapresiasikan rasa ini ??

Pekanbaru, 3 Februari 2016
“Dalam Sketsa Rasa”






Tidak ada komentar: