Ajarkan Aku Arti Melupakan
Ajarkan aku arti melupakan jika pada akhirnya engkau tak mungkin dapat ku raih
Ajarkan Aku arti melupakan jika pada kenyataannya hanya bayangan-bayang semu mu yang mengukir di mimpiku selama ini
Ajarkan aku arti melupakan jika pada kenyataannya “Cinta Ini hanya Satu pihak”
dan Ajarkan aku arti melupakan ” melupakan semua kenangan yang ingin dilupakan, melupakan semua impian, harapan, bahkan do’a yang pernah aku panjatkan”
Izinkan
dari kertas putih ini, izinkan dari pensil runcing ini, terlahir
karya, mungkin bisa dikatakan sebagai do’a, atau harapan untuk masa
depan, yang pada akhirnya aku hanya ingin dari sketsa baru ini terlahir
wajah baru yang lebih siap untuk menghampiri ke persinggahanku.
Maaf aku sudah terlalu lama berlabuh di tepi jalan ini
maaf aku sudah terlalu lama memandangi ujung jalan itu dengan mendekap tangan dan memejamkan mata berdoa dalam dada semoga engkau yang berjalan di sana menuju kepadaku dengan membawa kata-kata yang ku tunggu
Ah,,,,,Aku terkesan terlalu naif. Meminta kepada hal yang tak semestinya, meminta pada hal yang bukan pada tempatnya. Apalah daya mungkin tangan ini tak sampai untuk meraihnya karena pada akhirnya aku tahu,, Takdir jodohku ada bersama-Nya. Karena aku tahu bukan sosok yang AKU INGINKAN yang akan Ia kirimkan tetapi sosok yang benar-benar AKU BUTUHKAN yang akan membersamaiku mengarungi masa depan.
Ajarkan Aku arti melupakan jika pada kenyataannya hanya bayangan-bayang semu mu yang mengukir di mimpiku selama ini
Ajarkan aku arti melupakan jika pada kenyataannya “Cinta Ini hanya Satu pihak”
dan Ajarkan aku arti melupakan ” melupakan semua kenangan yang ingin dilupakan, melupakan semua impian, harapan, bahkan do’a yang pernah aku panjatkan”
Aku tak butuh harddisk untuk menyimpannya menjadi
sebuah kenangan aku hanya butuh sebuah penghapus yang akan membersihkan
semuanya tanpa bekas.
Kemudian setelah itu, yang ku butuhkan
hanya dua, pensil dan kertas. Izinkan dengan pensil ini aku tuliskan
sketsa indah dan baru, sketsa baru yang mungkin jauh dari hal tentangmu,
sketsa baru tentang hal yang baru, hal yang mungkin lebih rill untuk
aku dapatkan, bukan hal lama yang terlihat semu untuk aku raih.
Maaf aku sudah terlalu lama berlabuh di tepi jalan ini
maaf aku sudah terlalu lama memandangi ujung jalan itu dengan mendekap tangan dan memejamkan mata berdoa dalam dada semoga engkau yang berjalan di sana menuju kepadaku dengan membawa kata-kata yang ku tunggu
Ah,,,,,Aku terkesan terlalu naif. Meminta kepada hal yang tak semestinya, meminta pada hal yang bukan pada tempatnya. Apalah daya mungkin tangan ini tak sampai untuk meraihnya karena pada akhirnya aku tahu,, Takdir jodohku ada bersama-Nya. Karena aku tahu bukan sosok yang AKU INGINKAN yang akan Ia kirimkan tetapi sosok yang benar-benar AKU BUTUHKAN yang akan membersamaiku mengarungi masa depan.
Pekanbaru, June, 24 2016
Tidak ada komentar:
Posting Komentar